Jumat, 30 April 2021

Pojok PINTAR #4: Apa yang Harus Orangtua Milenial Tahu Tentang Generasi Alfa

Dalam beberapa tahun terakhir, kita mulai sering mendengar istilah generasi alfa untuk mengidentifikasi mereka yang lahir dari tahun 2010 dan seterusnya. 

Diberi nama dari huruf pertama dalam alfabet Yunani, generasi alfa disebut sebagai kelompok pertama yang akan menggunakan teknologi sepanjang hidup mereka.

Faktanya, banyak dari orang tua generasi alfa adalah generasi milenial, yang notabene sudah melek teknologi. Jadi tidak heran kalau generasi alfa sudah punya jejak digital bahkan sebelum mereka lahir.

Jadi, apa yang perlu diketahui orang tua tentang dua generasi yang berbeda ini?

Episode kali ini akan membahas:

a. Karakteristik generasi alfa
b. Gaya parenting orang tua milenial
c. Tips parenting bagi orang tua milenial yang memiliki anak generasi alfa

Lahir sejak tahun 2010, tahun di mana Instagram pertama kali dirilis dan awal dekade dari kecerdasan buatan mulai mainstream, generasi alfa sudah dapat mengakses teknologi sejak mereka masih kecil. Hal ini membuat mereka lebih natural dan cepat ketika mencari informasi di internet.

Tapi teknologi juga memengaruhi kebiasaan mereka, menimbulkan lebih banyak tantangan bagi orang tua.

Orang tua milenial seperti Rizky yang mempunyai dua anak berusia delapan dan empat tahun pun khawatir penggunaan internet yang berlebihan akan berpengaruh pada tumbuh kembang anaknya. Apalagi, sebagian orang tua juga takut anaknya mengakses informasi negatif di internet.

Karena menjadi orang tua adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir, orang tua milenial dapat melakukan hal berikut untuk menghadapi tantangan tersebut.

Mendampingi anak saat menggunakan internet

Sebagian besar orang tua milenial tahu cara menggunakan perangkat teknologi. Namun, tidak semuanya bisa mendidik anaknya tentang cara menggunakan gawai yang benar.

Diena mengatakan ada tiga jenis orangtua milenial, yaitu orangtua dengan literasi digital rendah yang membolehkan anak mengakses internet dengan sedikit atau tanpa pengawasan, orang tua yang paham teknologi tapi membiarkan anak menggunakan gawai tanpa pengawasan, dan orang tua yang paham teknologi dan ikut mendampingi anaknya dalam penggunaan internet mereka.

Di antara ketiganya, Diena mengatakan pola asuh terbaik adalah mereka yang mendampingi anaknya saat menggunakan internet. Dengan mendampingi anak Anda beraktivitas online, Anda dapat mengedukasi mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di internet. Diena mengatakan bahwa itu akan membantu mereka menavigasi internet dengan lebih baik ketika mereka dewasa.

Selain itu, orangtua juga dapat mengetahui minat anak dan cara mereka menggunakan gadget untuk mendukungnya. Terakhir, orangtua juga dapat mendidik anak tentang keamanan internet dan melindungi mereka dari berbagai ancaman online.

Dukung minat anak dengan batasan yang jelas

Kedua pembicara sepakat bahwa kegigihan adalah salah satu karakteristik dari generasi alfa.

Rizky berbagi pengalaman bahwa putri sulungnya senang membuat sketsa dan kerap menghabiskan berjam-jam menonton video tutorial online.

“Anak saya tahu apa yang dia inginkan, dan dia akan mengejarnya sampai dapat,” ungkap Rizky.

Sebagai seorang ayah, dia tidak ingin menghentikan putrinya untuk belajar, tetapi terkadang, dia merasa khawatir jika putrinya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk gawainya.

Untuk situasi seperti ini, orang tua sebenarnya dapat mengizinkan anak menggunakan internet untuk memupuk minat mereka, tetapi dengan batasan.

Salah satunya dengan membatasi screen time.

Diena menyarankan orang tua untuk menetapkan aturan dan memberi anak waktu layar maksimum dua jam setiap hari untuk mencegah mereka menghabiskan terlalu banyak waktu online.

Namun, penting juga untuk menjelaskan alasan di balik aturan tersebut, misalnya dampak cahaya biru, agar anak mengerti mengapa orang tua menetapkan batasan ini.

Dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas dunia nyata

Salah satu ciri dari generasi alfa adalah mereka lebih cenderung bergantung pada teknologi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu mereka terlibat dalam aktivitas dunia nyata.

“Kami tidak ingin mereka merasa terlalu nyaman di dunia digital… yang akhirnya membuat mereka merasa tidak membutuhkan dunia nyata lagi,” kata Diena.

Salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan mereka pada berbagai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh, seperti olahraga.

Selain itu, para orang tua juga diimbau untuk membuat suasana yang nyaman di dunia nyata, agar anak tidak selalu berlama-lama di dunia digital.

Cari tahu lebih lanjut http://bit.ly/MenghadapiGenerasiAlfa

Dengarkan di Spotify!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments