Jumat, 19 November 2021

Cara Mengatasi Kecemasan

“Ketika kita terlalu khawatir akan ekspektasi kita, kita perlu mengenali diri kita terlebih dahulu. Apa value kita, apa yang kita butuhkan, apa tujuan hidup kita, serta mengetahui kelemahan dan kelebihan kita.” –Benny Prawira, Founder Into The Light.

Into The Light adalah komunitas yang didirikan oleh Benny Prawira untuk anak muda berusia 18-35 tahun dengan tujuan mencegah perilaku bunuh diri dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan melalui penelitian, pendidikan publik, dan advokasi kebijakan.

Pada episode terbaru Bincang Inspiratif dari Tanoto Foundation, Benny Prawira memberikan tips kepada Pembawa Acara Rachel Aurora Amanda tentang bagaimana mengatasi kecemasan.

Episode ini membahas:

– Kesehatan mental, stigma, gender, dan privilege
– Mengenali rasa tidak nyaman dan cara mengatasinya
– Bagaimana cara mengatasi kecemasan

Part 1

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tanoto Foundation (@tanotoeducation)

Part 2

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tanoto Foundation (@tanotoeducation)

Kesehatan Mental dan Stigma

Isu kesehatan mental sering kali menjadi hal yang tabu untuk dibahas karena bersinggungan dengan kejiwaan seseorang. Tetapi sebetulnya, kesehatan mental kita perlu diperhatikan dan dikelola agar tidak berdampak dalam jangka panjang.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Benny Prawira pada Instagram Live @TanotoEducation dalam Bincang Inspiratif: How To Deal With Anxiety, pada dasarnya kecemasan adalah hal yang berbeda dengan sakit fisik yang dapat terlihat oleh mata. Setiap kali kita diliputi stress, kita mungkin merasakan gangguan tertentu yang dapat mempengaruhi pikiran dan kondisi fisik kita: semakin kita merasa stress, semakin besar kemungkinan kita merasa kurang nyaman dengan tubuh kita sendiri, dan mungkin sulit untuk fokus.

Tapi sama seperti masalah kesehatan lainnya, gangguan kecemasan dapat diobati dengan berkonsultasi kepada tenaga profesional. Banyak orang yang khawatir untuk pergi ke tenaga profesional karena takut akan biayanya, tetapi masyarakat Indonesia sebenarnya dapat memanfaatkan BPJS, yang mencakup layanan kesehatan jiwa dalam asuransinya. Benny menekankan jika gangguan kecemasan seseorang berdampak pada aktivitas sehari-hari, maka mereka sangat perlu segera berkonsultasi dengan profesional.

Mengenali Rasa Tidak Nyaman dan Cara Mengatasinya

Ketika kamu merasa cemas, akan lebih baik untuk mengakuinya dan belajar bagaimana tubuhmu bereaksi. Fokus pada perasaanmu dan kamu mungkin merasakan sensasi tertentu yang berkaitan dengan emosimu – misalnya ototmu mungkin tegang atau kepalan tanganmu terkatup. Daripada berpura-pura bahwa tidak ada yang terjadi, lebih baik belajar untuk mengidentifikasinya dan memahami mengapa kamu merasa seperti itu. Kemudian kamu dapat menangani perasaan itu dengan lebih baik nantinya.

Masalah lainnya yang muncul adalah ketika mencoba berdiskusi dengan orang tua tentang kecemasan kita dan bagaimana reaksi serta tanggapan mereka tentang ini. Hal ini sering terjadi karena adanya kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak, serta kurangnya informasi dari pihak orang tua tentang kesehatan mental.

Cara Mengatasi Kecemasan

Jadi apa cara terbaik bagi kita untuk mengatasi kecemasan ketika kita tidak memiliki siapapun di sekitar kita? Benny Prawira menyarankan untuk melakukan teknik “grounding” yang melibatkan melihat lima hal berbeda yang berada di sekitar kita, empat benda yang bisa kita sentuh, tiga benda yang bisa kita cium dan camilan yang bisa kita makan untuk membantu kita tidak fokus pada kecemasan dan mengurangi efeknya.

Satu hal lain yang ditekankan oleh Benny Prawira setiap kali kita merasakan gejala kecemasan adalah kita tidak boleh mendiagnosa diri sendiri dan kita perlu segera berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk lebih memahami gejalanya. Kita perlu memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan harus diperlakukan sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments