Selasa, 23 Juli 2019

Budaya Literasi untuk Meningkatkan Prestasi

Ada suasana yang berbeda di halaman SDN 01 Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sejak November 2018. Bila sebelumnya murid-murid yang datang awal bermain di halaman sekolah, sejak November 2018 semua murid duduk berjajar di halaman sekolah untuk membaca buku cerita sebelum pelajaran dimulai.

Siti Alfiah, Kepala SDN Brangsong 1, menerbitkan Surat Keputusan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada November 2018 untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah tersebut. Surat keputusan tersebut terbit setelah dirinya mengikuti pelatihan manajemen sekolah dan literasi dari Tanoto Foundation pada September 2018.

Kebijakan yang dibuat oleh Alfiah tersebut langsung disambut murid-murid dengan antusias. Sebulan setelah GLS diterapkan, murid-murid sudah terbiasa membaca buku 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.

Kegiatan peningkatan budaya literasi ini bisa berhasil karena visi yang sama antara kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan wali murid, yang semuanya telah mendapat pelatihan dari Tanoto Foundation mengenai manajemen sekolah, literasi, dan metode pembelajaran aktif.

“Upaya untuk meningkatkan budaya literasi ini bisa berjalan dengan baik karena komite sekolah, guru, dan kepala sekolah sama-sama memahami arah yang dituju yaitu meningkatkan kualitas sekolah dan murid. Satu lagi kunci keberhasilan program ini yaitu komunikasi yang baik antar-pihak,” kata Siti Alfiah.

Kegiatan membaca buku di sekolah ini diadakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Murid-murid kelas rendah melakukan kegiatan membaca nyaring, sedangkan kelas tinggi membaca senyap. Dampaknya terasa bagi para murid. Anak-anak kelas rendah lebih lancer saat diminta membaca. Nilai rata-rata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tersebut juga meningkat.

Tidak hanya peningkatan nilai yang diperoleh para murid, prestasi mereka di luar sekolah pun meningkat. Dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat kecamatan, SDN 01 Brangsong keluar sebagai juara umum dengan meraih 7 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Dalam lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami di tingkat Kabupaten Kendal, sekolah ini mengumpulkan 15 piala dan beberapa muridnya maju ke tingkat provinsi. Dalam perlombaan yang diikuti, murid-murid SDN 01 Brangsong terampil dalam lomba yang berkaitan dengan literasi seperti baca puisi, mendongeng, dan pidato.

Menurut Alfiah, program budaya literasi yang dijalankan sekitar setengah tahun tersebut sudah memberi dampak signifikan terhadap peningkatan prestasi murid-muridnya. Hal tersebut mendapat apresiasi dari wali murid dan komite sekolah. Mereka semakin mendukung kegiatan literasi yang dijalankan oleh pihak sekolah.

Beberapa dukungan nyata yang dilakukan oleh wali murid dan komite sekolah adalah pembangunan taman baca di halaman sekolah, pembuatan pojok baca di kelas, dan sumbangan buku dari wali murid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *