Read Also

Bagi lulusan baru, menembus dunia kerja bertaraf global tentu menjadi dambaan. Namun tidak semua mendapat kesempatan dan berhasil lolos ujian masuk. Muhammad Fakhruzzaman, Tanoto Scholar dari Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berbagi pengalaman menembus Schlumberger, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di sektor energi.

Fakhruzzaman memilih Jurusan Teknik Elektro pada 2011 didasari kesukaannya pada mata pelajaran Fisika. Di tahun yang sama, berbekal nilai rapor SMA, ia langsung diterima sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation.

“Senang sekaligus tantangan bagi saya. Senang karena saya mendapat dukungan biaya kuliah dan uang saku per bulan, tantangan karena saya harus mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi akademik saya,” Fakhruz

Selama mendapatkan beasiswa Tanoto Foundation, Tanoto Scholars memang harus mempertahankan IPK minimal 3,25. Hal ini membuat Fakhruz termotivasi untuk giat belajar dan menargetkan nilai maksimal.


Langkah Fakhruz ternyata berbuah manis. Schlumberger, perusahaan yang ia idam-idamkan, membuka program magang. Saat itu ia masih semester empat. Schlumberger terkenal ketat dalam menyeleksi mahasiswa yang berhak mendapat kesempatan magang.

“Prosesnya hampir sama dengan rekrutmen karyawan. Hanya beda satu tahap, yaitu wawancara dengan manajer. IPK tinggi ternyata menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam memilih intern karena wujud tanggung jawab dalam belajar,”
Fahruz.

Dengan IPK 3,8, Fakhruz diterima dan menjalani training di Balikpapan selama satu bulan. Magang di perusahaan internasional adalah pengalaman baru bagi Fakhruz. Mayoritas karyawan Schlumberger adalah expatriate. Ia pun berada di lingkungan yang menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi pekerjaan.

Meskipun awalnya nervous, kesempatan ini membuat Fakhruz bisa mengembangkan diri, tak hanya dalam komunikasi, tetapi juga kemampuan lainnya. Ia juga memanfaatkan program magang untuk kerja keras dan belajar hal apapun terkait dunia kerja. Di saat Sabtu-Minggu libur, ia tetap masuk untuk benar-benar menguasai teknis dan detail pekerjaan terkait tugasnya.

Di akhir masa magang, Fakhruz mendapatkan respon positif dari manajemen Schlumberger dan menjadi intern yang direkomendasikan untuk menjadi karyawan. Sebuah capaian dari hasil kerja keras yang telah ia lakukan. Kini, Fakhruz mengerjakan berbagai proyek perusahaan di negara-negara Asia, Eropa dan Amerika.

“Kerja keras dan memberikan upaya yang lebih terhadap suatu pekerjaan, atau giving extra miles, menjadi salah satu kunci untuk menembus perusahaan berkelas internasional,” kata Fakhruz


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *