Senin, 23 September 2019

Peran Keluarga dalam Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini

Tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting. Sebagai gambaran, anak-anak yang mendapat pengasuhan yang optimal di usia dini, akan belajar lebih baik di sekolah, akan memiliki karier yang lebih sukses, menikmati kesehatan yang lebih baik, dan berkurang risikonya untuk menderita beberapa jenis penyakit dibanding yang tidak mendapat pengasuhan yang baik di usia dini.

Namun Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini di Indonesia masih belum memadai – pada tahun 2012 Indonesia menempati peringkat ke-44 dari 45 negara Asia dalam Indeks Starting Well. Indeks ini menilai sejauh mana pemerintah menyediakan lingkungan PAUD yang bermutu dan inklusif untuk anak-anak usia tiga sampai enam tahun.

Keluarga berperan penting dalam perkembangan anak, terutama di Indonesia di mana mayoritas anak tidak masuk taman kanak-kanak. Tanpa asuhan yang cukup dari orangtua dan keluarga, anak-anak tersebut memasuki jenjang pendidikan dasar di usia tujuh tahun tanpa kesiapan belajar.

Sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi dalam tiga tahun pertama, dengan 10 persen lainnya dalam dua tahun berikutnya. Itu berarti bahwa 90 persen perkembangan otak ditentukan oleh pengalaman yang mereka miliki, baik positif atau negatif, sebelum mereka pertama kali menginjakkan kaki di ruang kelas.

Peran keluarga

Tanoto Foundation bekerjasama dengan AyahAsi Indonesia menggelar Ngobrol Seru dengan tema "InvestASI Kenali Pabriknya,…

Posted by Tanoto Foundation on Wednesday, September 11, 2019

Pengasuh utama pada usia dini adalah orang tua dan keluarga, sehingga sangat penting bagi mereka untuk memahami jenis interaksi positif yang dibutuhkan anak-anak, dan bagaimana memfasilitasinya.

Hal ini ditegaskan dalam penelitian terbaru dari Bank Dunia bahwa keterlibatan orang tua yang aktif, termasuk oleh ayah, dalam kegiatan prasekolah menjadi kunci kesiapan anak memasuki masa sekolah.

Masih banyak anak-anak Indonesia berusia lima tahun ke bawah tidak mewujudkan potensi mereka sepenuhnya karena tidak mendapat asuhan, gizi, dan kesempatan yang memadai untuk belajar sambil bermain ketika otak mereka sedang pesat-pesatnya berkembang.

Sebagian kelompok bermain, dan pusat kegiatan bermain tersedia untuk anak berusia dua tahun ke bawah, tetapi secara umum layanan semacam itu hanya diakses oleh 0,8 persen bayi dan batita di Indonesia.

Taman kanak-kanak untuk usia tiga hingga lima tahun tersedia di 74 persen desa, tetapi karena ini kebanyakan disediakan oleh sektor swasta dan bukan negeri, banyak orang tua masih menganggapnya sebagai kemewahan (bukan kebutuhan primer) sehingga tingkat partisipasi hanya 34,6 persen.

Banyak pendidik maupun relawan masih kurang terlatih mengenai stimulasi sehingga interaksi dalam kelas pengasuhan/ parenting masih lebih banyak ditekankan pada edukasi kesehatan dan gizi daripada bermain sambil belajar.

Banyak orang tua dan pendidik taman kanak-kanak menekankan kemampuan membaca, menulis dan berhitung dengan cara drill, padahal kenyataannya fokus pada permainan terstruktur lebih tepat untuk mempersiapkan anak-anak dalam menghadapi sistem pendidikan formal.

Orang tua seringkali memerlukan bantuan agar terampil mengajak bermain anak, menjalin komunikasi, dan memenuhi asupan gizi yang tepat.

Oleh karena itulah Tanoto Foundation mulai mendirikan empat Pusat Parenting di Jakarta pada bulan Oktober 2019, dan akan ditambah sembilan pusat lagi di tahun 2020. Sebagai bagian dari program SIGAP (Siapkan Generasi Anak berPrestasi), pusat-pusat ini akan menjadi tempat orang tua dan pengasuh berlatih stimulasi langsung dengan anaknya dipandu oleh pendamping dan juga konselor gizi.

Pusat Parenting ini akan diintegrasikan ke dalam fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang memang sudah dikelola oleh pemerintah di Jakarta.

Ke depannya, Tanoto Foundation berencana membangun Pusat-pusat Parenting di lokasi di mana PINTAR, program pendidikan dasar kami berada. Diharapkan setelah anak-anak lulus dari Pusat Parenting dalam tiga tahun dengan  stimulasi yang baik dan menerima pembelajaran berbasis permainan,  dilanjutkan  dengan mengakses prasekolah yang berkualitas, mereka akan siap untuk memasuki sekolah-sekolah yang didukung PINTAR dan melejitkan potensi mereka sepenuhnya.

Kami berharap bahwa dengan bekerja sama sejak awal dengan pemerintah daerah untuk mendirikan dan mengelola fasilitas ini, Tanoto Foundation dapat memberi kontribusi model untuk diperluas ke di Indonesia yang fokus pada masa emas perkembangan sumber daya manusia secara holistik; yaitu sejak dalam kandungan hingga tiga tahun pertama di dunia.

Diperlukan kerja keras seluruh lapisan masyarakat untuk melejitkan potnesi anak-anak kita. Hal ini dapat terwujud melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, organisasi filantropi seperti Tanoto Foundation dan, tentu saja, orangtua dan keluarga dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia.

dokter Sri Kusuma Hartani adalah Kepala Bidang Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Tanoto Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan akses setiap anak perempuan dan laki-laki kepada perkembangan, pengasuhan, dan pendidikan pra-sekolah berkualitas agar siap sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments

Marliah - April 6, 2020

Bagaimana cara bekerjasama untuk menjadi pusat PINTAR