Jumat, 20 September 2019

Membangun Bangsa Melalui Filantropi: Komitmen Tanoto Foundation untuk Meningkatkan Lingkungan Belajar

Pengalaman pribadi pendiri Tanoto Foundation dan pengusaha sukses Sukanto Tanoto, telah membantu membentuk pendekatan filantropi Yayasan. Berbagai tantangan yang dihadapi saat merintis usaha dan karier  telah memberinya keyakinan bahwa pembangunan bangsa melalui filantropi membutuhkan kreasi yang sistematis dan akses setara terhadap kesempatan pendidikan dan pendekatan yang berkelanjutan, kolaboratif, serta berpikiran maju dalam implementasinya.

Mengalami penutupan sekolah sehingga tak bisa menyelesaiakan pendidikan, serta ayah yang sakit, Sukanto Tanoto remaja terpaksa bekerja. Melalui kerja keras, rasa haus akan pengetahuan, serta dukungan dari tim yang dinamis, ia berhasil mencapai kesuksesan awal. Naluri bisnisnya yang tajam telah membuatnya melakukan langkah strategis dan sukses dalam bisnis kayu lapis, dan kemudian berkembang ke industri lain sesuai dengan perkembangan kebutuhan.

Pembukaan bisnis baru membuat Sukanto Tanoto melihat kondisi pedesaan Indonesia yang kurang beruntung karena dampak dari pembangunan bangsa yang tidak merata. Penciptaan ribuan akan membantu meningkatkan sosial-ekonomi, namun berdasarkan pengalamannya, Sukanto Tanoto melihat  hal tersebut hanya sebagai satu dari banyak aspek dari pekerjaan kompleks dalam membangun masyarakat dan bangsa. Pandangan ini akan terus memandu pendekatan filantropis Tanoto Foundation dalam pembangunan bangsa, salah satunya adalah prinsip kerja keras serta faktor-faktor penentu kemajuan sosial-ekonomi yang saling tergantung dan berkaitan.

Pendidikan dan Pembangunan Bangsa

Terwujudnya akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas membutuhkan perhatian dan pembaruan infrastruktur serta sumber daya yang konstan di antara banyak sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Implementasi dampak investasi menuntut input yang sistematis, multi-sektoral, dan lintas generasi untuk merancang solusi holistik dan berkelanjutan di sektor pendidikan Indonesia, yang mana terdiri dari 50 juta murid, 2,6 juta guru, dan 250.000 sekolah yang tersebard di 900 pulau.

Kegiatan yang menjadi cikal bakal  Tanoto Foundation pada awal 1980-an adalah saat Sukanto Tanoto dan istrinya Tinah Bingei Tanoto membuka sekolah di area operasi bisnis. Mereka juga membuat dan memperbarui infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan di jangka panjang. Keputusan ini berdasar pada pengamatan mereka terhadap buruknya sumber daya di masyarakat pedesaan yang berjuang untuk memutus siklus kemiskinan.

Selain membangun sekolah dan mendukung pembangunan infrastruktur, Tanoto Foundation juga terlibat dalam penanggulangan kemiskinan yang lebih luas, pelatihan dan peningkatan kualitas pendidik, beasiswa untuk siswa yang kurang beruntung, dan program literasi kesehatan dan gizi di tingkat masyarakat.

Tanoto Foundation juga menggelar berbagai kegiatan nasional untuk mendorong kesadaran dan dukungan yang lebih besar terhadap literasi dan pembelajaran. Bersamaan dengan Asian Games 2018 yang diadakan di Indonesia, Tanoto Foundation meluncurkan kampanye merenovasi 31 perpustakaan sekolah mitra, sama dengan jumlah medali emas yang diraih oleh atlet-atlet Indonesia.

Mengembangkan Pemimpin Masa Depan

View this post on Instagram

Di hari ke 3 #TSG2019 peserta dilatih kemampuan memimpin dan bekerja sama dalam tim melalui berbagai permainan dalam outbound. Siang harinya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Mohammad Nasir hadir menyapa #tanotoscholars. "Untuk #TanotoScholars, miliki tiga kemampuan berikut untuk menghadapi tantangan masa depan, pertama data literation, kedua technology literation, dan ketiga human literation. Dengan tiga hal ini, saya yakin kalian bisa menguasai dunia." Mohammad Nasir Saat malam hari, Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation @anderson.tanoto berbagi pengalaman saat berkuliah dulu kepada peserta #TSG2019. Ada beberapa hal yang penting dan relevan untuk bisa diterapkan oleh #tanotoscholars: 1. Bergabung dalam asosiasi atau organisasi akan membantu memperoleh pengetahuan dan berbagai keterampilan 2. Meskipun sudah banyak sumber informasi, terutama dari media sosial, tetaplah membaca buku 3. Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat 4. Membangun pertemanan di masa-masa kuliah punya peran penting dalam perjalanan hidup dan karier Setelah itu, Bayu Krisnamurthi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan memberikan paparan sekaligus mengajak #tanotoscholars untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (#SDGS). Penasaran dengan kegiatan #tsg2019 esok hari? Stay tune yaa 🧐 #tanotoscholars #menjadiTELADAN #instaeducation #tanotoscholars #instaschool #instacollege #education #school #college #life #learning #knowledge #philanthropy #humanity #love #people #student #indonesia #pendidikan

A post shared by Tanoto Foundation (@tanotoeducation) on

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat terobosan dalam peringkat global pendidikan, mencapai akses yang hampir universal terhadap pendidikan dasar. Namun, Indonesia tetap membutuhkan upaya untuk tidak hanya mempertahankan kemajuan tersebut, tetapi juga meningkatkan kualitasnya.

Meskipun hanya bagian kecil dari upaya tingkat nasional, Tanoto Foundation tetap fokus untuk mencapai dampak yang lebih luas dan mendalam. Dalam mengembangkan infrastruktur untuk mendukung pendidikan berkualitas, pembelajaran sepanjang hayat, dan kemandirian, kolaborasi Tanoto Foundation dengan sekolah diperluas lagi dengan  pemerintah dan organisasi non-pemerintah, pakar pendidikan dan pedagogis, serta entitas bisnis. Pergeseran menuju penguatan tata kelola multi-pihak ini telah memfasilitasi implementasi program yang lebih efektif.

Hingga saat ini, Tanoto Foundation telah mendukung pembelajaran berkualitas di 958 sekolah, 210.000 murid  dan lebih dari 15.000 guru. Melanjutkan program peningkatan kualitas pendidikan yang sudah dijalankan sebelumnya, Tanoto Foundation meluncurkan Program PINTAR yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Jika sebelumnya hanya menjangkau Provinsi Sumatera Utara, Jambi, dan Riau, program PINTAR kini mencakup sekolah-sekolah di daerah perkotaan, serta sekolah-sekolah di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

Tanoto Foundation terus melakukan pembaruan terhadap pendekatannya dalam memberdayakan generasi Indonesia masa depan dengan memasukkan pengembangan karakter dan kepemimpinan ke dalam program-program beasiswa. Program-program tersebut juga mencakup pelatihan yang membuat anak-anak muda ini peka terhadap isu-isu nasional dan global.

Kemitraan telah memberi Tanoto Foundation banyak keuntungan, seperti peningkatan modal, diversifikasi risiko, dan pengembangan kapasitas. Tanoto Foundation telah bermitra dengan banyak organisasi nirlaba yang fokus pada pendidikan seperti Djarum Foundation dan Asian Philanthropy Circle.

Melanjutkan dan Meningkatkan Keberhasilan

Tanoto Foundation bekerja sama dengan lembaga-lembaga  Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia untuk melokalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kolaborasi ini telah mengarah pada pembentukan sekretariat bersama, pengembangan platform SDGs di tingkat nasional, dan perumusan SDGs di tingkat lokal dengan fokus pada provinsi Riau.

Tanoto Foundation merancang berbagai program yang  menargetkan berbagai tingkatan sektor pendidikan di Riau. Melalui kolaborasi erat dan konsultasi dengan para profesional dan masyarakat, Tanoto Foundation meluncurkan program-program untuk meningkatkan kualitas para pendidik, memberdayakan masyarakat untuyk meningkatkan kesejahteraannya, serta menibgkatkan kualitas hidup melalui fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Setelah mulai mengambil pendekatan berbasis data untuk filantropi, Tanoto Foundation berupaya menyusun program yang lebih kuat dalam menjawab tantangan di lapangan sekaligus sejalan dengan kebutuhan nasional. Bersama-sama dengan kerangka SDG secara keseluruhan, Tanoto Foundation berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja bersama, kontekstual dan terukur yang bisa dipahami oleh semua pemangku kepentingan pendidikan dan pembangunan Indonesia.

Memiliki pengalaman perintisan, permodelan, dan pelaksanaan program pendidikan, Tanoto Foundation terus memanfaatkan pendekatan, wacana, dan metodologi terbaru untuk menciptakan dampak berkelanjutan dan terukur di Indonesia. Dipimpin oleh seorang pendiri dengan pengalaman bisnis global dan pengalaman pahit karena tidak bisa menyelesaikan sekolah, Tanoto Foundation menggabungkan kemauan dan rasa kasih filantropi serta berpikiran maju dari dunia usaha untuk berharap menjadi momentum dalam perjalanan pembangunan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *