#TanotoFoundation,

#TanotoScholars,

#TSABrawijaya,

blog

Rabu, 26 Juli 2017

SAHABAT PESISIR: Tumpas Sampah Plastik di Laut

“Bukan seberapa besar kita memberi, tetapi seberapa besar dampak yang bisa kita berikan.”

Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Brawijaya yang didukung oleh Tanoto Foundation melakukan program bersih pantai dan social campaign pada hari Sabtu, 15 Juli 2017 di Pantai Tiga Warna Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur. Pengabdian ini merupakan suatu usaha untuk mewujudkan salah satu pilar dasar Tanoto Foundation yakni peningkatan kualitas hidup.

View this post on Instagram

[SAHABAT PESISIR] [WEEK 1] Hi T-Friends! Kami mau berbagi sedikit tentang kegiatan kami sabtu lalu (15/07/2017) di Pantai Tiga Warna, Malang. Pantai yang berlokasi di Tambakrejo, Malang ini merupakan lokasi konservasi terumbu karang yg dirintis oleh @cmctigawarna Pantai Tiga Warna ini dikenal dengan gradasi warna lautnya yang sangat indah. Namun, keindahan pantai ini seringkali ternodai dengan keberadaan sampah plastik dari pemukiman yg terbawa arus dan terdampar di pantai ini Karena itulah, kami tergerak untuk melakukan aksi bersih2 pantai bersama pihak #cmctigawarna Kami juga memberikan edukasi kepada pengunjung untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ekosistem laut, seperti membuang sampah sembarangan dan menginjak terumbu karang Ini hanya permulaan. Tentu saja masih banyak lagi yang akan kami lakukan pada program 'Sahabat Pesisir'. Nantikan terus ya kabar selanjutnya dari kami @tanotoeducation #TanotoInitiative Kunjungi juga sosial media kami yang lain Twitter : @TSA_Brawijaya Facebook : TSA Brawijaya Line @ : @xwa8321f

A post shared by Tanoto Scholars Univ.Brawijaya (@tsa_brawijaya) on

Pelaksanaan program bersih pantai ini merupakan salah satu  dari rangkaian program kerja TSA Brawijaya, yaitu ‘Sahabat Pesisir’. Melalui program ‘Sahabat Pesisir’ ini nantinya akan didirikan rumah baca di sekitar kampung nelayan. Gagasan untuk melakukan program bersih pantai ini muncul karena keprihatinan TSA Brawijaya dengan keadaan pantai dan laut yang dipenuhi sampah plastik.

Pantai Tiga Warna ini termasuk salah satu kawasan konservasi terumbu karang yang dilindungi keindahan maupun kebersihannya. Perlu kita ketahui juga, bahwa tumbuhnya 1 cm terumbu karang membutuhkan waktu selama 1 tahun. Hal itu yang menyebabkan jumlah pengunjung setiap harinya dibatasi dan harus melakukan reservasi sebelumnya.

“……….saat ini setiap malam kami selalu mendapat sampah kiriman dari laut, mulai dari sterofoam, berbagai jenis sampah plastik, dan botol kaca” ujar Mbak Lia salah satu petugas Konservasi Mangrove di pantai tersebut.

Kesadaran masyarakat masih sangat kurang terkait dengan membuang sampah pada tempatnya. Maka dari itu, TSA Brawijaya juga melakukan social campaign kepada pengunjung untuk tidak membuang sampah di sungai dan tidak menginjak terumbu karang pada saat snorkeling.

Secara teknis, TSA Brawijaya dibagi menjadi 2 tim besar, yakni tim pertama menuju ke laut, sedangkan tim kedua menuju ke daerah pesisir pantai. Acara ini diakhiri dengan social campaign kepada pengunjung.

Program bersih pantai ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari pengelola Pantai Tiga Warna. Mereka berharap mahasiswa yang memiliki pendidikan cukup juga dapat memberikan sumbangsih ilmunya untuk mengelola kekayaan alam di Indonesia. Dengan program ini, harapannya TSA Brawijaya dapat menjadi pioneer perubahan di Desa Tambakrejo dan dapat menginspirasi masyarakat luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AUTHOR

Digital Team