#giveitforward,

blog,

coorporativelearning,

MenjadiTeladan,

TSAInspiratif

Kamis, 25 April 2019

Asyiknya Permainan Edukatif Ular Tangga TSA IPB bersama Anak-anak Desa Galuga

Sejak tahun 1986, desa Galuga sudah dikenal sebagai daerah pembuangan akhir (TPA) sampah kota dan kabupaten Bogor. Selama 33 tahun, Galuga rutin menerima sampah buangan dari berbagai tempat di Bogor. Kini, kapasitas TPA Galuga sudah hampir penuh dan mulai merusak lingkungan. Wacana pemberhentian aktivitas TPA Galuga pun mulai dicanangkan. Penghentian aktivitas TPA ini dikuatirkan akan menghilangkan mata pencaharian penduduk yang mayoritas bekerja sebagai pemulung dan pekerjaan pendukungnya. Berangkat dari keprihatinan akan potensi kehilangan mata pencaharian di Desa Galuga, maka TSA IPB menciptakan Permainan Ular Tangga Pertanian. Permainan ular tangga menjadi media yang diharapkan dapat membantu proses pembelajaran anak SD tentang pendidikan karakter dan pengenalan profesi pertanian dan manfaatnya. Pada masa depan diharapkan generasi muda yang ada akan terjun ke dunia pertanian, yang sebenarnya menjadi potensi desa ini.

TSA IPB melihat Galuga sebagai desa yang memiliki potensi sumber daya alam sebagai lahan pertanian, perternakan dan perikanan (jika dilihat dari topografi lahannya). Bahkan, desa Galuga juga termasuk rancangan area geopark Pongkor, yang artinya potensi agrowisata dapat menjadi masa depan desa ini. Oleh karena itu, TSA IPB hadir untuk memberikan pendidikan karakter dan pengenalan profesi pertanian kepada anak-anak sejak dini dan sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi masyarakat Galuga masa depan. Permainan ular tangga pertanian diharapkan menjadi jawaban bagi masyarakat Galuga masa depan yang resah akan minimnya lapangan pekerjaan, karena sebenarnya mereka akan mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri.

Kegiatan ini dilakukan secara konsisten pada Sabtu pagi. Ilham dan teman-teman secara rutin datang ke SDN Dukuh 02 untuk memperkenalkan dunia pertanian melalui kegiatan yang edukatif namun menarik ini. Kegiatan ini diharapkan mengubah pola perilaku serta budi pekerti anak-anak yang duduk dikelas 3 dan 4 ini. Sebanyak 50 anak lebih turut serta dalam kegiatan ular tangga pertanian ini. Anak-anak selalu tampak antusias dalam mengikuti permainan edukatif ini, bahkan para guru juga turut serta mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan TSA IPB dalam memperkenalkan permainan ular tangga pertanian menjadi dasar pihak sekolah untuk menjadikan permainan ini sebagai kegiatan unggulan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam setiap pertemuannya Tim Microproject 3 TSA IPB selalu berangkat bersama-sama menuju lokasi. Marvie, Flow, Felicia,Sures, Wira, Bagus, dan pendampingan Ruth serta Fenny, Sembilan mahasiswa IPB ini mengendarai motor selam 45 menit untuk sampai ke SDN Dukuh 2 pukul 8 tepat. Tim Microproject ini selalu membagi permainan ini kedalam 3 sesi, yaitu:

  1. Pembukaan, berupa review akan aktivitas sebelumnya. Kegiatan ini biasanya berupa pretest ataupun icebreaking sebagai warming up sebelum siswa masuk dalam kegiatan inti.
  2. Inti, pelaksanaan permainan ular tangga yang melibatkan seluruh siswa untuk menjawab beragam pertanyaan seputar dunia pertanian, budi pekerti, dan pengetahuan umum.
  3. Penutup, anak-anak kembali diminta untuk menyimpulkan inti dari kegiatan. Kemudian diberikan apresiasi atas partisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Permainan ular tangga ini merupakan sarana edukatif untuk mengajarkan dunia pertanian pada anak. Setiap anak berpartisipasi aktif dalam memutar dadu, menjadi pion, menjawab pertanyaan menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini cukup efektif untuk memperkenalkan dunia pertanian. Selain itu, TS IPB sangat bahagia dapat berbagi dengan anak-anak di Sekolah Dasar Dukuh 02 ini. Para penerima beasiswa ini tetap semangat berkontribusi mengubah masa depan anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang cukup memprihatikan ini. Senyum dan tawa bahagia anak-anak membayar lunas semua lelah dari TSA IPB yang selalu konsisten melakukan kegiatan permainan ular tangga pertanian ini di sekolah tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AUTHOR

Hotmian Simalango