Read Also

Kita sebagai mahluk zoon politicon memiliki hasrat untuk hidup bermasyarakat. Kehidupan bermasyarakat dapat tercipta apabila terdapat sifat dasar saling membutuhkan yang terperangkap dalam always and forever. Kita diwajibkan untuk berbagi karena hasrat dasar manusia adalah membutuhkan orang lain dan dibutuhkan orang lain. Hasrat dasar ini berjalan bukan hanya untuk sesama manusia tapi juga ciptaanNya yang lainnya. KITA HARUS BERBAGI, berbagi tidak melulu berbicara tentang materi, dalam banyak hal kita bisa berbagi asal menyelipkan “ikhlas” didalamnya. Berbagi juga bukan karena jumlahnya tapi karena kebesaran hati dalam merelakan diri menjadi bagian dalam kesukaran yang sedang diderita oleh orang lain.


Tanoto Scholars (TS), kumpulan penerima beasiswa Tanoto Foundation, diberikan pemahaman yang mendalam terkait implementasi dan esensi dari “berbagi” oleh Bapak scholars Pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto, adalah panutan bagi TS dalam mengilhami esensi dari berbagi. Biasanya, para scholars berbagi melalui kegiatan sosial yang dilakukan di Lingkungannya. Kegiatan sosial ini bertujuan sebagai bentuk memberi kembali kepada masyarakat. Para scholars dituntun oleh Bapak Sukanto untuk mengimplementasikan pay it forward dalam kehidupan bermasyarakat.

Horas!!! (Day 1) ———————————————– "TSA Medan Tu Huta Bagan Kuala" Dalam bahasa Batak ini memiliki arti TSA Medan ke desa Bagan Kuala, Desa ini terletak di kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Pada Bina Desa kali ini, TSA Medan fokus pada anak anak yang ada di salah satu kampung yang berada di Desa Bagan Kuala yaitu, Kampung Kito, Kampung ini merupakan kampung yang berada di Pesisir Pantai, dengan jumlah anak anak yang banyak, tingkat pendidikan dan kesehatan serta Keramahtamahan warga sekitarlah yang membuat TSA Medan memilih kampung Kito sebagai kampung binaan pada program Bina Desa Kali ini, dan TSA medan mendapatkan sambutan yang luar biasa baik dari anak anak dan warga sekitar, Di Bina Desa Hari pertama, TSA Medan mengajak anak anak ke pinggir pantai untuk belajar sambil bermain, bernyanyi bersama, berlari, dan bercerita. . So,kamu penasaran bagaimana Bina Desa hari pertama kami? Yuk geser 👉👉 . TSA Medan "Sharing each other, Inspiring everyone, and Leading to the better future" . 📷 : Div. Dokumentasi & Publikasi #BinaDesaBaganKuala2017 #TSAMedan #2017 #TanotoFoundation #TanotoScholars #TanotoInitiative

A post shared by H O R A S !!! (@tsamedan) on


Pay it forward, kata-kata mantra, yang selalu Bapak Sukanto Tanoto gaungkan pada setiap pertemuan Gathering Tahunan di Pangkalan Kerinci, menjadi kata kunci yang mendasari berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh TS. Kata-kata tersebut tidak lahir dari isapan jempol semata, namun sudah diimplementasikan dan memberi dampak bagi pendidikan di Indonesia. Keputusan Bapak Sukanto Tanoto untuk fokus berbagi dalam dunia pendidikan menjadi tolok ukur bagi TS untuk mengilhami implementasi dari kata “berbagi” itu sendiri. Bapak scholars ini tidak hanya speak up but give an action! Kalau kata kids zaman now, “action speaks lounder than words.” karena kalau cuma kata-kata, itu akan hilang seperti buih.


Sukanto Tanoto menginspirasi para scholars atas kisahnya yang merindukan bangku Sekolah. Kegetiran masa lalu bahwa beliau tidak menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi mengetuk batinnya untuk berbagi bagi mereka yang senasib dengannya. Kerinduan inilah yang kemudian melahirkan Tanoto Foundation, sebagai wujud nyata “berbagi” Sukanto Tanoto Pada Indonesia, agar tidak ada lagi anak bangsa yang tidak mendapat kesempatan untuk merasakan pendidikan. Kini, anak bangsa dalam berbagai jenjang di Indonesia menjadi penikmat dari program beasiswa yang sudah diberikan ini. Dengan demikian, jumlah generasi bangsa yang tidak menikmati pendidikan akan mengalami penurunan dan mulai termotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

Selain memberikan beasiswa kepada anak bangsa, Tanoto Foundation dan perusahaan mitranya telah mengembangkan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Sekolah-sekolah binaan Tanoto Foundation juga mendapatkan bantuan tidak hanya bidang pembangunan namun juga kemampuan non teknis dari insan pendidikan yang terdapat didalamnya. Tanoto Foundation benar-benar berupaya untuk mewujudkan kerinduan dari Bapak Sukanto Tanoto terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Sekali lagi, Sukanto Tanoto membuktikan bahwa action speaks lounder than words.

Tanoto Scholars terinspirasi dari Founder Tanoto Foundation untuk menjadi changemaker dilingkunganya, memfokuskan pada pendidikan untuk memutuskan rantai kemiskinan. Berbagai kegiatan kecil yang sudah dilakukan oleh Tanoto Scholars dalam mewujudkan pay it forward mulai dari pengajaran untuk anak-anak, perbaikan terhadap perpustakaan sekolah, peningkatan minat baca, dan banyak kegiatan lainya yang bertujuan sebagai kegiatan sosial. kegiatan yang dilakukan oleh scholars memang kecil, namun dilakukan bersama-sama makan memberi dampak besar. kegiatan ini memang kecil tapi setidaknya adik-adik kecil yang mereka dampingi termotivasi untuk melanjutkan pendidikan karena melihat para scholars.

Sukanto Tanoto menginginkan agar tidak ada lagi generasi bangsa Indonesia yang nirmampu duduk di Bangku pendidikan. Masalah finasial tidak lagi menjadi alasan untuk tidak bersekolah. Insan pendidikan yang kurang kompetitif tidak lagi menjadi alasan untuk tidak mendapat penididikan yang layak uji. Bangunan yang kurang kondusif tidak boleh lagi menjadi alasan untuk tidak temotivasi berangkat ke Sekolah. Tidak akan ada lagi Sukanto Tanoto kecil di Luar sana yang tidak mendapatkan pendidikan. Kini, “Setiap orang harus mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan potensinya secara penuh.”

Jadi apa makna berbagi versi kamu?


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *