Read Also

Tanoto Scholars (TS) merupakan penerima beasiswa Tanoto Foundation, National Champion Scholarship (NCS). Beasiswa ini ditujukan untuk para mahasiswa di Seluruh Indonesia. Beasiswa ini diharapkan agar anak bangsa tidak terbeban pada masalah finansial, namun fokus menghasilkan prestasi. Banyak TS dari berbagai provinsi di indonesia yang sudah menorehkan prestasi akademik dan teknis. Salah satu penerima beasiswa Tanoto Foundation di Universitas Andalas juga turut menorehkan warna prestasinya dalam bidang teknis, adiwacana. Para penerima beasiswa Tanoto Foundation memang sudah sepatutnya untuk berprestasi bidang akademik dan non akademik.

Imratil Edison, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas ini, merupakan penerima beasiswa Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2017. Ira, begitu ia sering disapa, memilih untuk masuk Ilmu komunikasi UNAND untuk mengikuti passion yang sudah digelutinya sejak kecil. Ira memupuk passion itu dengan mengikuti berbagai kompetisi public speaking jauh sebelum ia duduk dibangku kuliah. Sejak dulu, Ia sudah mengikuti berbagai kompetisi public speaking, namun sayang kemenangan belum berpihak pada Ira. Kesempatan untuk meraih medali dan mengenggam perunggu kemenangan belum juga datang bagi Ira pada masa itu.

“Sering ikut lomba, namun baru ini yang dapat juara satu. Sering ikut lomba cuma masuk kategori aja, bahkan nggak menang,” begitu tutur ira untuk kegagalannya.

Setiap kegagalan tidak menjadi alasan bagi perempuan kelahiran 22 Februari ini, untuk tetap mengikuti berbagai kompetisi yang ada di Dalam dan Luar Kampus. Kegigihan Ira akhirnya berbuah manis, gadis ini memenangkan kompetisi dalam COMFIESTA (Communication Fiesta) pada bidang news anchor. Acara yang didukung oleh media Nasioal ini, TVRI sudah 2 kali diikutinya, ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh himpunan mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Andalas. Ada berbagai rangkaian acara seperti: Workshop animasi, News Anchor, dan Photography Fiesta.

Banyak media Nasional yang datang, jadi bisa ketemu artis dan bisa dapat ilmu. Dulu pengen kerja di TV dan tertarik untuk berani unjuk diri setelah mulai mengikuti kegiatan seperti ini, dan allhamudillah saya menang, Jawab Ira mantap saat ditanyakan terkait kesan yang didapat saat mengikuti kompetisi COMFIESTA ini.

Karena yang tersulit adalah mengalahkan diri sendiri

A post shared by IRAPOOH🐻 (@imratiledison) on

Ira, anak bungsu dari empat bersaudara ini, sangat bersyukur memiliki keluarga baru, TSA UNAND. Ia bisa merasakan hangat keluarga yang sudah diciptakan dalam TSA UNAND. Betapa Ia sangat bahagia saat teman-teman TSA dari divisi PSDM turut serta merayakan kemenangannya dan mengucapkan selamat atas prestasi yang sudah diraihnya. TSA UNAND patut bangga melihat prestasi yang sudah ditorehkan oleh salah satu anggota keluarganya ini.

“Kami di TSA UNAND, itu ada divisi PSDM, salah satu kegiatan celebration. Biasanya ulang tahun dan teman-teman yang memiliki prestasi dirayakan bersama-sama. Jadi teman-teman banyak yang mengucapkan, tutur Ira haru saat menceritakan kehangatan kekeluargaan yang didapatkan di TSA UNAND.

Gadis pisces ini patut menjadi panutan untuk teman-temannya di TSA UNAND untuk berani unjuk diri dalam mengembangkan setiap potensi diri. Dia mengajak teman-teman untuk TS lainya untuk ikut menorehkan prestasi sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation.

“Yuk sama-sama menorehkan prestasi, karena kita udah dibantu dari segi finansial. Nah, saatnya kita buat bangga Tanotonya dong!” pesan Ira bersemangat untuk teman-teman TSA Indonesia.

Kegigihan itu seperti belajar naik sepeda. Sebelum kita mampu melaju kencang dengan dua roda, kita lebih dulu belajar mengayuh dengan empat roda. Seiring roda-roda waktu berjalan, kita akan melepaskan dua roda sepeda itu dan mulai melaju kencang mengikuti matahari. Imratil Edison mengingatkan kita akan esensi dari kegigihan. Ketangguhannya menghadapi kegagalan kembali menginspirasi kita untuk tetap berjuang. Imratil Edison memberikan warna yang berbeda dalam menunjukkan kegigihannya untuk mengejar cita-citanya, sungguh patut dijadikan panutan!


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *