Read Also

Ditulis oleh: Lailia Nurfitriani, Tanoto Scholars Association Universitas Brawijaya

“Good health is one of the most important ingredients for a happy and productive life.”Robert Alan Silverstein

Ungkapan “Kesehatan itu mahal harganya” atau “Mencegah lebih baik daripada mengobati” seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, implementasinya terasa cukup sulit dilakukan bagi masyarakat Desa Taji, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang karena minimnya terpaan informasi akibat akses jalan yang sulit dan jauh dari pusat kota. Pola hidup masyarakat di Taji sebagian masih belum sadar betul akan arti pentingnya kesehatan terutama kesehatan gigi. Di sisi lain, anak-anak merupakan calon generasi penerus bangsa ini sehingga perlu untuk terus dikembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Kedua hal tersebut menggerakkan Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Brawijaya didukung oleh Tanoto Foundation untuk menyelenggarakan “Sobat Taji: Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Gosok Gigi Bersama di SDN Taji 2” sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan salah satu pilar Tanoto Foundation yaitu pendidikan.

Sosialisasi Kesehatan Gigi ini diselenggarakan dengan adanya kerjasama dari mitra kerja TSA Brawijaya, yaitu IAAS UB (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Universitas Brawijaya) dan BEM Fakultas Kedokteran Gigi UB. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018. Dimulai dengan edukasi cara menjaga kesehatan gigi yang benar. Siswa SDN Taji 2 nampak semakin tertarik dengan materi kesehatan gigi ketika phantom gigi (alat peraga gigi) dikeluarkan, diajarkan kapan sebaiknya waktu menggosok gigi dan bagaimana cara menggosok gigi yang benar.


Setelah pemutaran video seputar kesehatan gigi, kegiatan dilanjutkan dengan Pemeriksaan Gigi gratis bagi siswa SDN Taji 2. Banyak anak-anak yang takut akan disuntik ataupun dicabut giginya, sehingga perlu untuk lebih dipersuasi agar berani. “Ternyata enggak sakit .. Cuma diperiksa aja giginya,” cerita Yoga, salah satu siswa SDN Taji 2 yang awalnya enggan diperiksa giginya.


Usai menyimak materi kesehatan gigi dan diperiksa giginya di dalam ruang kelas, siswa SDN Taji 2 kemudian dimobilisasi ke halaman depan sekolah. Dengan didampingi kakak-kakak dari TSA UB, FKG, dan IAAS, anak-anak SDN Taji 2 mencoba mempraktekkan apa yang sudah dipelajari pada pagi hari itu dengan Gosok Gigi Bersama. Gelak tawa dan ekspresi antusias terlihat dari sekitar 40 anak-anak kelas 1- 6 saat memulai menggosok giginya. Sebelumnya, setiap anak diberikan segelas air untuk kumur, serta sikat dan pasta gigi yang bisa kemudian di bawa pulang untuk kenang-kenangan pernah mendapat materi tentang kesehatan gigi. “2 kali … Pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur,” ujar Della, siswi SDN Taji 2, sembari menggosok giginya, ketika ditanya kapan waktu yang benar untuk menggosok gigi.

Tak terasa matahari sudah semakin terik, foto bersama dengan pihak pengurus sekolah menjadi momen penutup “Sobat Taji: Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Gosok Gigi Bersama di SDN Taji 2” siang hari itu.

“Terimakasih kami sampaikan atas spirit dan kesediaan teman-teman mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa-siswi kami di SDN Taji 2,” ujar Pak Suyono, Kepala SDN Taji 2.

Mereka berharap siswa-siswi SDN Taji 2 bisa sadar dan mempraktekkan mulai sekarang untuk menjaga kesehatan gigi agar tidak menyesal di kemudian hari.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *