Jumat, 6 September 2019

Tanoto Scholars Gathering 2019 Hadirkan 221 Calon Pemimpin Masa Depan di Pangkalan Kerinci

Sebanyak 221 penerima program TELADAN, atau Tanoto Scholars, menghadiri Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2019 di Pangkalan Kerinci, Riau, 30 Agustus – 2 September 2019. Para peserta datang dari 19 perguruan tinggi di Indonesia ditambah peserta dari Nanyang Technological University Singapore dan Bond University Australia.

TELADAN adalah program pengembangan kepemimpinan yang dirancang untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk berkontribusi secara positif terhadap lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja.

Sebagai salah satu dukungan, setiap tahun digelar Tanoto Scholars Gathering untuk memberi kesempatan kepada Tanoto Scholars untuk memperkuat semangat belajar dan memimpin (learn and lead), memperluas wawasan tentang pembangunan berkelanjutan, mengembangkan jejaring, serta mengasah soft-skill.

TSG 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-10 sejak diadakan pertama kali pada 2010. TSG 2019 dibuka oleh Head of Scholarship & Leadership Development Tanoto Foundation Aryanti Savitri yang disaksikan oleh CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo dan Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi.

Di hari pertama peserta langsung mendapat materi inspirational talk dari Aras Mulyadi dan Satrijo Tanudjojo yang memotivasi Tanoto Scholars untu menjadi pemimpin masa depan yang sukses.

“Ada tiga hal yang harus dimiliki seorang pemimpin, pertama adalah curious mindset atau rasa ingin tahu, kedua memahami dinamika yang berkembang dalam masyarakat, dan ketiga adalah self awareness atau kesadaran diri akan potensi maupun kelemahan yang dimiliki,” kata Satrijo Tanudjojo.

Hari kedua, peserta diajak untuk belajar tentang praktik-praktik sustainability yang diterapkan di perusahaan RGE Group. Kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada peserta tentang dunia kerja setelah lulus kuliah nanti. Mereka mengunjungi RGE Technology Center, pabrik kertas APRIL, pabrik rayon APR, kebun kelapa sawit Asian Gri, pembibitan akasia dan ekaliptus Kerinci Central Nursery, dan pusat pengembangan masyarakat PT RAPP.

“Saat kunjungan ke kebun kelapa sawit, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru karena disiplin ilmu saya berbeda, yaitu akuntansi. Saya jadi tahu cara memilih bibit sawit itu ada caranya. Misalnya kalau daunnya kuning berarti kurang bagus karena proses fotosintesis tidak maksimal. Kemudian ada juga predator alami untuk mengendalikan tikus yaitu dengan burung hantu,” ujar Sherly Valencia, Tanoto Scholar dari Universitas Jambi.

View this post on Instagram

Di hari ke 3 #TSG2019 peserta dilatih kemampuan memimpin dan bekerja sama dalam tim melalui berbagai permainan dalam outbound. Siang harinya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Mohammad Nasir hadir menyapa #tanotoscholars. "Untuk #TanotoScholars, miliki tiga kemampuan berikut untuk menghadapi tantangan masa depan, pertama data literation, kedua technology literation, dan ketiga human literation. Dengan tiga hal ini, saya yakin kalian bisa menguasai dunia." Mohammad Nasir Saat malam hari, Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation @anderson.tanoto berbagi pengalaman saat berkuliah dulu kepada peserta #TSG2019. Ada beberapa hal yang penting dan relevan untuk bisa diterapkan oleh #tanotoscholars: 1. Bergabung dalam asosiasi atau organisasi akan membantu memperoleh pengetahuan dan berbagai keterampilan 2. Meskipun sudah banyak sumber informasi, terutama dari media sosial, tetaplah membaca buku 3. Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat 4. Membangun pertemanan di masa-masa kuliah punya peran penting dalam perjalanan hidup dan karier Setelah itu, Bayu Krisnamurthi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan memberikan paparan sekaligus mengajak #tanotoscholars untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (#SDGS). Penasaran dengan kegiatan #tsg2019 esok hari? Stay tune yaa 🧐 #tanotoscholars #menjadiTELADAN #instaeducation #tanotoscholars #instaschool #instacollege #education #school #college #life #learning #knowledge #philanthropy #humanity #love #people #student #indonesia #pendidikan

A post shared by Tanoto Foundation (@tanotoeducation) on

Hari ketiga Tanoto Scholars belajar mengasah kepemimpinan dan kerja sama tim melalui berbagai game dalam sesi outbound. Seru dan menarik. Tampak mereka sangat antusias mengikuti sesi ini.

“Dalam permainan cup tower, hal paling menantang adalah membangun strategi agar bisa membangun menara setinggi mungkin, tetap kokoh, dan tidak jatuh karena ada hambatan dari luar seperti angin yang berembus kencang atau cup tidak rata. Salah satu hal yang saya dapat dari kegiatan ini adalah kita harus konsentrasi dalam bekerja dan tidak boleh gegabah. Selain itu, kita harus bekerja sama dengan anggota tim untuk merancang dan menerapkan strategi,” ujar Suomi Bologni Aprilina Simorangkir, Tanoto Scholar dari Akademi Teknologi Pulp dan Kertas Bandung.

Di tengah-tengah permainan, para peserta mendapat kejutan dengan hadirnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir untuk memberi semangat. Pak Menteri juga menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan beberapa Tanoto Scholars.

“Saya senang sekali bisa bertemu dengan calon pemimpin bangsa di masa depan. Saya yakin, bahwa Indonesia bisa bersaing dan memberikan kontribusi lebih nyata di mata dunia. Persaingan yang ketat, tantangan dan rintangan, harus siap kalian hadapi. Ingat untuk menguasai dunia dan menjadi generasi yang berkualitas, kalian tak hanya butuh sekadar bisa membaca, menulis atau berhitung. Kolaborasi merupakan fondasi yang paling kuat untuk mewujudkan semua mimpi dan harapan di masa mendatang,” ungkap Mohamad Nasir.

View this post on Instagram

Hari terakhir #TSG2019, #tanotoscholars mendapatkan inspirasi dari pembicara yang keren banget 😎 ————————————————— "SDM andal diciptakan dengan pendidikan. Dengan sumber daya yang maju, Indonesia akan lebih cepat maju dan bersaing dengan negara-negara yang lain." Prof. Panut Mulyono – Rektor @ugm.yogyakarta " #tanotoscholars harus memanfaatkan dukungan yang diberikan sebaik baiknya. Tidak hanya sekadar mengikuti kegiatan secara formal, tapi juga bisa mengembangkan pemikiran yang lebih kreatif." Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D – Wakil Rektor @undip_semarang "Kesehatan sangat penting untuk dapat terus menjalankan aktivitas. Jaga terus kondisi tubuhmu dengan istirahat yang cukup, menu makanan yang sehat dan minum air putih yang banyak." @miktambayong —————————————————- Malam harinya, #tanotosscholars melakukan Gala Dinner sekaligus menjadi penutup rangkaian acara #TSG2019. Terima kasih T-Friends yang udah ikutin kita dari hari pertama #TSG2019. Sampai bertemu lagi di #TSG2020! #instaeducation #beasiswa #guru #teacher #instaschool #instacollege #education #school #college #life #learning #knowledge #philanthropy #humanity #love #people #student #indonesia #pendidikan

A post shared by Tanoto Foundation (@tanotoeducation) on

Hari ketiga juga menjadi kesempatan berharga bagi Tanoto Scholars karena bertemu dan mendapat motivasi langsung dari anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto. Dalam kesempatan tersebut, Anderson berbagi pengalaman mengenai hal yang harus dikembangkan saat kuliah yang dapat mendukung kesuksesan di masa depan.

“Pengetahuan yang kita dapatkan di luar kuliah sangat penting untuk keberhasilan kita di masa datang. Untuk itu ikutilah asosiasi atau organisasi. Bergabung dalam asosiasi atau organisasi akan banyak membantu kita memperoleh pengetahuan dan berbagai keterampilan. Biasakan juga untuk membaca buku sebagai sumber pengetahuan. Jangan lupa untuk menjaga tubuh tetap fit dengan berolahraga dan jalin pertemanan untuk membangun jejaring yang akan berguna di masa mendatang,” kata Anderson Tanoto.

Di hari ketiga dan keempat, peserta mendapat inspirasi dari para pembicara yang telah sukses di bidangnya masing-masing, di antaranya  Inisiator Agribusiness for SDGs dan Guru Besar Institut Pertanian Bogor Bayu Krisnamurthi, alumni Tanoto Scholars dan pendiri Jawara Farm Nur Agis Aulia, pemenang global Ideas for Action 2018 dari MINO Microbubble Technology Untari Febrian Ramadhani,  pendiri Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono, Wakil Rektor Universitas Diponegoro Budi Setiyono, Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho, dan artis yang menjadi Duta Yayasan Jantung Indonesia Mikha Tambayong.

Rangkaian acara TSG 2019 ditutup dengan gala dinner yang dihadiri seluruh peserta dan staf Tanoto Foundation serta tamu undangan.  Sampai jumpa di TSG 2020 tahun depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *