Sabtu, 20 Juli 2019

Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Perbaikan Kepemimpinan Sekolah

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Kinerja kepemimpinan kepala sekolah mendorong motivasi, minat belajar, dan memberdayakan seluruh komponen sekolah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar murid. Sayangnya, untuk mencapai tujuan tersebut, kualitas kepemimpinan sekolah di Indonesia masih butuh banyak perbaikan.

Menurut Analytical and Capacity Development Partnership 2016, hanya 1,5-2,1% kepala sekolah di Indonesia memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Untuk mendapatkan NUKS, kepala sekolah wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah untuk memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi yang disyaratkan secara nasional.

Sebagai upaya membantu meningkatkan kinerja kepemimpinan kepala sekolah, Tanoto Foundation mendukung INSPIRASI, sebuah lembaga pelatihan kepala sekolah yang baru saja diluncurkan di Karawang, Jawa Barat pertengahan Juli 2019. INSPIRASI atau Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi menjalankan program rintisan di Karawang pada tahun ajaran 2019/2020 dengan melatih 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah selama 1,5 tahun.

“Selain Tanoto Foundation sebagai lembaga filantropi, kami percaya bahwa keterlibatan pemerintah sangat penting untuk keberhasilan inisiatif ini. Kolaborasi erat di antara semua pihak, termasuk Pemerintah Karawang, pegiat filantropi, dan sekolah mendorong Tanoto Foundation bersama mitra lainnya berkomitmen untuk mendukung program ini,” kata Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation.

Direktur Eksekutif INPIRASI, Patrya Pratama mengatakan, bahwa program INSPIRASI akan memberikan pelatihan berupa setidaknya 12 workshop yang diikuti kerja praktik dengan fasilitator pendamping. Materi pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan yang diperlukan agar kepala sekolah dapat berfungsi lebih efektif, seperti growth mindset, manajemen waktu, teknik kolaborasi dan komunikasi dalam tim, serta selalu berbasis bukti dan data dalam membuat keputusan.

“Program rintisan INSPIRASI akan mengadaptasi praktik-praktik dari program-program di beberapa negara lain untuk menyasar kepemimpinan kepala sekolah yang tergabung dalam jejaring Global School Leaders (GSL). Kepala sekolah akan dilatih untuk mampu menyelesaikan problem yang dihadapi secara mandiri dengan berbasis data serta sesuai dengan kondisi dan kemampuannya masing-masing,” ujar Patrya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *