Read Also

Stunting menjadi isu nasional yang banyak mendapat perhatian dari pemerintah. Stunting adalah masalah gizi kronis dalam waktu panjang akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa dan kemampuan kognitif penderitanya juga berkurang.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, tren stunting di Indonesia mengalami penurunan. Pada 2015 jumlah balita stunting 29,1%, sementara pada 2016 jumlahnya turun menjadi 27,5%. Namun, jumlah tersebut masih tergolong tinggi bila dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura (4%), Malaysia (17%), Thailand (16%), Filipina (20%), dan Vietnam (23%).

Salah satu cara efektif untuk memberantas stunting adalah melalui program intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu masa 270 hari dalam kandungan ditambah 730 hari atau sampai anak berusia 2 tahun. Masa 1.000 HPK ini sangat krusial untuk diperhatikan agar bisa mencegah stunting.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting pada anak:

Penuhi asupan gizi ibu saat hamil

Asupan makanan bergizi dan suplemen zat besi sangat penting bagi ibu hamil. Salah satu caranya  adalah dengan minum minimal 90 tablet penambah darah selama masa kehamilan. Bila kebiasaan ini dilakukan secara disiplin, satu fondasi penting sudah diletakkan oleh ibu untuk anaknya.

Berikan ASI eksklusif selama enam bulan

Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif memberikan banyak manfaat kepada bayi seperti mencegah kekurangan asupan gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain mencegah kekurangan nutrisi, pemberian ASI eksklusif bisa meningkatkan ikatan emosi ibu dan anak.

Menjaga kebersihan lingkungan

Orangtua juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya. Kebersihan lingkungan bisa mengurangi risiko infeksi dan penyakit bagi anggota keluarga. Semakin fit kondisi anggota keluarga, khususnya ibu selama hamil dan menyusui, akan semakin baik dalam mendukung kesehatan bayi.

Perhatikan menu MPASI

Masa krusial berikutnya adalah saat pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) setelah masa ASI eksklusif. Pemberian MPASI harus memenuhi syarat gizi berimbang, yaitu makanan yang kaya energi, protein, dan mikronutrien. Beberapa jenis mikronutrien atau zat mikro yang penting bagi tubuh adalah zat besi, zink, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat.

Rutin memantau berat badan dan tinggi badan

Memantau perkembangan balita dari waktu ke waktu wajib dilakukan untuk mengetahui  perkembangannya apakah dalam kondisi normal atau tidak. Datang ke posyandu setiap bulan bisa jadi salah satu pilihan untuk memantau perkembangan balita. Bila terlihat kondisi tidak normal, balita bisa segera mendapatkan pertolongan.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.