Read Also

Belinda Tanoto membagikan gagasannya tentang kekuatan dan pentingnya kemitraan dalam mencapai dampak positif sebuah proyek sosial. Gagasan tersebut dimuat dalam buku “Insights from the Inside Vol 3 – One ASEAN Community for a Better World” yang diterbitkan oleh Singapore International Foundation baru-baru ini.

Dalam buku ini, Belinda Tanoto yang merupakan anggota komite eksekutif Tanoto Foundation menekankan bahwa kekuatan dan potensi kemitraan tidak bisa diremehkan. Sebab, program sosial yang paling sukses pun hanya menjangkau sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan.

“Untuk menjembatani kesenjangan ini dalam mencapai skala transformatif, dibutuhkan strategi baru yang melampaui batas-batas setiap organisasi tunggal. Kita perlu menemukan bentuk kolaborasi baru lintas sektor, bahkan lintas negara,” ujar Belinda Tanoto.

Berdasarkan pengalaman menjalankan kegiatan di organisasi filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto tersebut, dibutuhkan dukungan dari pihak lain agar secara efisien mengatasi masalah jangka panjang, seperti kemiskinan, ketidaksetaraan, dan akses ke pendidikan berkualitas.

“Kemitraan dapat membuka banyak manfaat, termasuk peningkatan modal, diversifikasi risiko, dan pengembangan kapasitas. Selama bertahun-tahun, kami telah memperoleh wawasan yang sangat berharga tentang cara membangun kemitraan yang efektif, berkelanjutan, dan bermakna,” tambah Belinda Tanoto.

Belinda juga menyoroti tantangan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia yang mencakup 50 juta murid, 2,6 juta guru, dan 250.000 sekolah yang tersebar di lebih dari 900 pulau. Pemerintah Indonesia berusahan maksimal, termasuk menyisihkan 20% dari anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan. Hasilnya, Indonesia hampir mencapai akses universal pendidikan dasar. Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Mengingat sistem pendidikan Indonesia yang luas dan kompleks, tidak ada satu organisasi tunggal yang dapat mencapai pendidikan berkualitas untuk semua. “Konsekuensinya, Tanoto Foundation mengatur ulang strategi pendekatan. Selain mengimplementasikan inisiatif yang memiliki tujuan spesifik, kami juga mulai memanfaatkan reputasi kami sebagai katalis untuk mendorong organisasi lain untuk berkolaborasi,” kata Belinda.

Sebagai contoh, Tanoto Foundation menjalin kemitraan dengan  Djarum Foundation dan Asia Philanthropy Circle, untuk membangun kolaborasi dengan organisasi nirlaba yang aktif di bidang pendidikan. Bersama-sama, mereka mengidentifikasi peluang yang paling cocok untuk berinvestasi dan membentuk koalisi.

“Kami berharap dengan diskusi yang jujur tentang apa yang berhasil dan yang tidak, organisasi dapat mempercepat pertumbuhan dalam menyediakan program yang lebih efektif di masa mendatang,” tutup Belinda.


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.