Read Also

Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Pada tahun 2014, Yayasan Jantung Indonesia mecatat bahwa prevalensi penderita penyakit jantung mencapai 7-12 persen per tahun. Artinya, sekitar 17 juta penduduk Indonesia terindikasi sebagai pengidap penyakit jantung.
Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Duke-National University of Singapore Medical School (Duke-NUS) dan National Heart Centre Singapore (NHCS) berhasil menemukan sebuah gen baru yang mengendalikan pembentukan pembuluh darah. Penemuan ini, membuka kemungkinan untuk mengembangkan obat baru dalam menangani penyakit jantung dan kanker.
Tim yang dipimpin oleh Profesor Stuart Cook di Duke-NUS, menemukan peran penting gen yang diberi nama Wars2, dalam proses angiogenesis. Angiogenesis adalah proses yang mengendalikan pembentukan jaringan seluruh tubuh oleh pembuluh darah untuk memberikan gizi yang diperlukan agar jaringan dan organ tetap hidup dan sehat.
“Angiogenesis sangat penting untuk mendukung kehidupan dan memberikan nutrisi ke seluruh bagian tubuh,” kata Profesor Stuart Cook, Profesor Pengobatan Kardiovaskular di SingHealth Duke-NUS Academic Medical Centre.
“Menemukan cara untuk mengontrol angiogenesis tidak hanya memberikan target untuk pengembangan terapi anti-kanker, tetapi juga berguna dalam menanggulangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bagian tubuh lain,” tambah Profesor Cook.
Penelitian dalam upaya menemukan inovasi baru dalam menyembuhkan penyakit jantung dan kanker ini mendapat dukungan dana dari Tanoto Foundation. Dukungan serupa juga diberikan kepada para peneliti lain di Duke-NUS untuk penelitian penyakit limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan penelitian penyakit diabetes.
Dukungan terhadap penelitian di Duke-NUS ini sebagai bagian dari program Peningkatan Kualitas Hidup yang menjadi pilar kegiatan Tanoto Foundation dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dua pilar kegiatan Tanoto Foundation lainnya adalah Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Disarikan dari artikel Duke-NUS Medical School, “Going to ‘Wars’ against cancer and heart disease”. Untuk artikel selengkapnya, baca di sini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *