Read Also

Tingkat literasi di Indonesia dikenal masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Dalam laporan The World Most Literate Nation Study misalnya, Indonesia hanya menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Sementara Malaysia peringkat 53 dan Singapura 36.

Salah satu upaya peningkatan literasi adalah memperkenalkan budaya baca sejak usia dini. Sekolah memegang perang penting sebagai lingkungan untuk memperkenalkan budaya baca. Oleh karena itu, kami penerima beasiswa Tanoto Foundation atau Tanoto Scholars dari Universitas Andalas ingin ikut membantu meningkatkan literasi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dasar di sekitar kampus kami.

Pada Oktober-November 2018, kami yang tergabung dalam Tanoto Scholars Association Universitas Andalas (TSA Unand) mengadakan kegiatan “Bedah Perpustakaan” di SDN 14 Padang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini terdiri dari renovasi perpustakaan, lomba mewarnai, pembuatan kerajinan tangan, dan story telling.

Peserta kegiatan kami adalah murid-murid kelas 3 dan 4. Mereka terlihat menikmati kegiatan-kegiatan yang kami adakan seperti mewarnai dan pembuatan kerajinan tangan. Hanya story telling yang sedikit menantang, karena awalnya mereka terlihat malu untuk bercerita. Tapi setelah kami memberikan contoh dan meyakinkan mereka, akhirnya anak-anak mau melakukan story telling dan mereka bisa melakukannya dengan baik.

Kami juga memperbaiki dan merapikan perpustakaan. Meskipun perpustakaan di sekolah tersebut sudah memiliki fasilitas seperti meja baca, tapi kondisinya kurang terawat dan bahan bacaan anak masih terbatas. Selain merenovasi perpustakaan, kami juga mengumpulkan buku bacaan anak untuk disumbangkan ke perpustakaan SDN 14 Padang.

“Kami senang sekali, karena perpustakaannya sekarang lebih bersih dan rapi. Kami juga memiliki buku bacaan anak yang ceritanya seru,” kata Olivia, murid SDN 14 Padang.

Ungkapan Olivia dan anak-anak lainnya membuat kami semakin bersemangat. Kami akan terus membantu anak-anak di sekitar kami dengan kegiatan yang telah kami rencanakan dengan teman-teman. Melalui kegiatan ini, kami juga belajar tentang kerja sama dalam tim dan berbicara di depan publik.

Ditulis oleh Nathanael HS, Tanoto Scholar dari Universitas Andalas, Sumatera Barat


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *