Read Also

Mayla Arista Widya, siswi kelas 6 SDN 173 Tanjung Benanak, Tanjung Jabung Barat, Jambi, memperlihatkan buku-buku buatannya dan teman-teman sekelasnya. Sekolah Mayla berada di perkampungan transmigrasi SP3 daerah perkebunan sawit. Walaupun berada di pedesaan, sekolahnya tetap mengembangkan program budaya baca secara konsisten. Setiap hari selama 15 menit siswa difasilitasi membaca buku bacaan yang disukainya.


Di setiap kelas, sekolah sudah menyediakan pojok baca yang berisi sekitar 30 buku bacaan. Mayla dalam sebulan mengaku terbiasa membaca minimal 8 buku cerita fiksi seperti novel atau komik. Kebiasaannya membaca menjadikan Mayla lebih mudah dalam menuliskan ide menjadi sebuah buku.

“Dalam membuat laporan percobaan IPA, kami membuat buku tutorial sendiri, seperti buku tutorial membuat kincir angin, praktik membuat rangkaian listrik lampu lalu lintas, cara kerja parasut, simetri lipat, dan masih banyak lagi,” Mayla Arista Widya, siswi kelas 6 SDN 173 Tanjung Benanak, Tanjung Jabung Barat, Jambi


Sementara Rizky Azhar, siswa kelas 3 SD RGM Bloksongo, Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, menunjukkan piramida cerita buatannya yang berjudul Danau Toba dan Pulau Samosir. Dia bersama empat temannya menceritakan kembali buku dongeng nusantara yang dibacanya melalui piramida cerita yang dia buat. Piramida tersebut memiliki empat sisi yang setiap sisi digambar sesuai alur cerita yang ingin siswa ceritakan sesuai imajinasinya.

”Piramida cerita ini dibuat untuk memudahkan kami menceritakan kembali isi buku yang sudah dibaca. Kami bekerja sama dengan teman kelompok membuat piramida cerita. Ada yang menggambar, mewarnai, atau membuat tulisan singkat tentang cerita di setiap sisinya,” Rizky Azhar, siswa kelas 3 SD RGM Bloksongo, Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

Ragam kreativitas dampak dari siswa senang membaca, mendapat apresiasi dari Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud. Dia mengaku senang dengan perkembangan literasi di sekolah mitra Tanoto Foundation tersebut.

“Anak-anak ini sudah menunjukkan minat dan kemampuan membacanya yang sangat baik. Melalui acara Festival Literasi Sekolah ini praktik baik dari program literasi sekolah bisa saling dibagikan dan dipelajari untuk dikembangkan kembali,”Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *