Read Also

Zaman terus berubah dan sekarang ini sudah memasuki era digital yang mengubah cara orang menjalani kehidupan. Apa pun bisa dilakukan dengan teknologi digital mulai dari memesan makanan, belanja sayuran, hingga membeli tiket liburan. Anak muda zaman sekarang harus memahami revolusi teknologi dan perubahan perilaku masyarakat ini, karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan.

Tanoto Foundation, organisasi filantropi yang fokus di bidang pendidikan, turut mendukung pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda di Indonesia. Salah satunya melalui program Beasiswa Tanoto Foundation kepada mahasiswa berprestasi yang berpotensi menjadi pemimpin di masa datang.

Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan di masa depan? Berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapakan generasi muda agar bisa menjadi pemimpin hebat di era digital:

Memiliki digital mindset
Pengguna internet di Indonesia menurut data tahun 2018 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia berjumlah 143,26 juta orang atau sekitar 54,68 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah di masa mendatang. Melihat potensi tersebut, seorang pemimpin masa depan harus memiliki digital mindset, karena berbagai hal akan dilakukan secara digital melalui jaringan internet.

Menjadi observer dan listener
Pemimpin yang membawahi Generasi Z (lahir tahun 1996-sekarang) harus bisa menjadi seorang pengamat sekaligus pendengar yang baik. Generasi Z yang tumbuh bersama dengan perkembangan media sosial membuat mereka ingin lebih diperhatikan. Mereka juga akan termotivasi bila ide-idenya difasilitasi. Pemimpin di masa mendatang harus bisa mengamati dan mendengar ide-ide yang masuk.

Pantang menyerah
Perubahan ekonomi yang cepat bisa membuat kondisi di sebuah perusahaan atau institusi berubah dengan cepat. Kondisi seperti ini harus disikapi dengan mental pantang menyerah. Bila semangat ini bisa ditularkan kepada anak buahnya, maka akan terbentuk tim yang tangguh dalam menghadapi perubahan.

Inklusif
Kata ini memiliki arti “termasuk di dalamnya”. Seorang pemimpin inklusif artinya bisa mengakomodasi pemikiran-pemikiran anggota tim. Jadi tidak selalu memaksakan pendapat dirinya sendiri. Inklusif bukan berarti tidak punya sikap, tapi bisa memilih pemikiran-pemikiran cemerlang dari anggota tim, lalu melaksanakannya.

Cepat beradaptasi terhadap perubahan
Respons seorang pemimpin terhadap perubahan akan menentukan masa depan institusi atau perusahaannya. Bukan sekadar institusinya bisa berkembang atau tidak, tapi bisa bertahan hidup atau tidak. Skala institusi tidak menjamin, Nokia dan Blackberry adalah contoh institusi besar yang tidak berhasil menghadapi perubahan. Pemimpin yang cepat beradaptasi terhadap perubahan akan bisa membawa institusinya terus bertahan dan berkembang.

Kolaboratif
Pada masa lalu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memajukan institusinya sendiri, bila mungkin mengalahkan kompetitornya. Pola piker tersebut sepertinya harus ditinggalkan di masa depan, bahkan sekarang ini. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkolaborasi untuk membuat gerakan yang lebih besar dan berkesinambungan.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *