Read Also

Lokasi di pedesaan bukan berarti tertinggal dari daerah perkotaan. Hal itulah yang tergambar dari lingkungan sekolah kami SDN 169/V Cinta Damai, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Murid-murid di sekolah kami terlibat aktif dalam mengikuti pelajaran dan merawat fasilitas di sekolah seperti perpustakaan, ruang unit kesehatan sekolah, hingga kantin.

Pencapaian prestasi sekolah kami tidak diperoleh secara instan, tapi melalui proses panjang yang melibatkan beberapa pihak. Perubahan sekolah ini dimulai saat kami bermitra dengan Tanoto Foundation, organisasi filantropi yang fokus di bidang pendidikan. Kepala sekolah dan guru di SDN 169/V Cinta Damai mendapatkan berbagai pelatihan dari Tanoto Foundation mengenai metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan dalam dunia pendidikan.

Sebelumnya sekolah ini terlihat kotor, bahkan cenderung kumuh. Lalu kami dari sekolah mengajak Puskesmas Pembantu Desa Cinta Damai untuk berkolaborasi mengadakan kegiatan edukasi kepada guru dan murid di sekolah.

Materi yang dikampanyekan waktu itu adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Setelah itu, kepala sekolah, guru, dan murid mulai menerapkan PHBS di sekolah seperti membuang sampah pada tempatnya, cuci tangan sebelum dan sesudah makan dan minum, membatasi bungkus plastik di kantin, dan lainnya.


Hasilnya terlihat nyata. Sekolah terlihat lebih bersih dan rapi. Murid-murid pun mulai membawa kebiasaan tersebut ke rumah, dan orangtua melihat kebiasaan baik anak mereka. Masyarakat sekitar sekolah yang awalnya kurang peduli dengan kondisi sekolah mulai memperhatikan SDN 169/V Cinta Damai.

Kesempatan ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk melibatkan masyarakat dalam memajukan sekolah. Saya lalu menemui Kepala Desa Cinta Damai untuk untuk menyampaikan program-program sekolah yang memerlukan dukungan masyarakat. Setelah mendengarkan penjelasan kami mengenai upaya perbaikan sekolah yang ujungnya akan berimbas positif kepada masyarakat.

Kepala Desa langsung menyetujui rencana tersebut dan mengajak perangkat desa dan masyarakat untuk berpartisipasi membantu program sekolah. Setelah melakukan sosialisasi, warga pun langsung turun tangan membantu bergotong royong.

Hasilnya beberapa perbaikan fisik dibantu oleh masyarakat seperti pembuatan pagar sekolah dan penghijauan halaman sekolah. Tidak hanya membantu pembangunan fisik, orangtua juga membantu pembelajaran murid seperti mendongeng dan membacakan buku cerita di rumah.

Kami juga bekerja sama dengan perpustakaan desa untuk secara berkala saling meminjamkan koleksi buku. Hal ini membuat murid-murid semangat. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan kami mendapat hibah buku dari Tanoto Foundation. Program tersebut berhasil membantu kami dalam meningkatkan minat baca, karena koleksi buku semakin beragam.

Kegiatan lain yang mendapatkan dukungan dari masyarakat adalah penyediaan kebutuhan alat pembelajaran yang akan memudahkan guru dalam mengajar. Guru bisa membuat alat peraga sederhana yang membuat mereka mudah menerangkan materi pelajaran dan murid juga lebih mudah menangkap materi pelajaran.

Artikel ini ditulis oleh Susmianti, Keapala SDN 169/V Cinta Damai, Jambi.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *