Read Also

Bisa traveling ke luar negeri gratis plus menambah ilmu adalah sebuah kesempatan emas. Hal itulah yang sudah dirasakan oleh Mahtuf Ikhsan, mahasiswa Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tanoto Scholar—sebutan untuk penerima beasiswa Tanoto Foundation—ini sudah mengikuti konferensi internasional kesepuluh negara yaitu Filipina, Malaysia, Thailand, Italia, Belanda, Jerman, Swiss, Taiwan, Hongkong, dan Sri Lanka. Agustus 2018 jumlahnya bakal 11 negara, karena dia akan mengikuti konferensi mahasiswa kehutanan sedunia di Meksiko.

Apa kunci Mahtuf bisa traveling gratis? Jawabnya adalah kerja keras dan kemampuan menulis. Dia bisa melenggang ke berbagai negara, setelah memenangkan berbagai lomba penulisan makalah dan esai. Ide tulisannya inspiratif dan menawarkan solusi untuk kemajuan Indonesia dan dunia.

Lelaki kelahiran Pekanbaru, 29 Januari 1999 ini mulai mengikuti konferensi internasional sejak kelas III SMA. Waktu itu dia mendapatkan informasi dari pihak sekolah mengenai kompetisi makalah untuk mengikuti konferensi di Manila, Filipina. Setelah menulis dan berkonsultasi dengan gurunya, makalahnya terpilih menjadi wakil murid SMA/SMK dari Indonesia ke Filipina.

Sejak saat itu dirinya ketagihan untuk mengikuti konferensi internasional di berbagai negara. Dia merasakan banyak manfaat, karena bisa menambah pengetahuan dan memperluas jaringan.

Keikutsertaannya ke berbagai konferensi semakin mengasah kemampuan berpikir dan menulisnya. Berbagai gelar bergengsi pun diraih mahasiswa berprestasi IPB dalam Program Pendidikan Kompetensi Umum 2016/2017 ini.
Dia menjadi Juara 1 Esai Nasional HMI Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta 2017, Juara 1 Esai Online “Kontribusi untuk Negeri”, Presentasi Favorit di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2017, Juara 1 National Essay Competition Universitas Jambi 2017, dan lainnya.

Mahtuf tidak hanya jago kandang. Dia juga menorehkan berbagai prestasi dalam ajang internasional di luar negeri, antara lain: Best Presentation and Best Paper pada 5th World Conference on Applied Science Engineering and Technology (WCASET) 2017 di Bangkok, Excellent Presentation pada ICTCE 2017 di Taiwan 2017, dan Best Presentation pada 14th International Conference on Management, Business, Social, and Humanities Research (MBSHR) 2017 di Hongkong 2017.

“Cita-cita saya adalah menjadi diplomat kehutanan. Saya ingin memperbaiki kebijakan kehutanan di Indonesia maupun di negara-negara lain, agar aspek ekonomi dan aspek lingkungan hutan bisa berkembang selaras dan lestari,” kata Mahtuf.

Tertarik untuk mengikuti konferensi internasional dan memenangkan kompetisi internasional seperti Mahtuf Ikhsan? Berikut ini tipsnya:
1. Rajin mencari informasi mengenai kompetisi dan konferensi internasional di kampus, situs internet lembaga internasional, dan jaringan organisasi mahasiswa.
2. Konsultasi ke dosen mengenai materi makalah atau esai yang ingin ditulis. Dosen memiliki referensi berkualitas dan beragam untuk dijadikan sumber tulisan.
3. Merancang ide penulisan dan fokus pada tujuan awal yaitu mengikuti kompetisi internasional. Kualitas karya yang dihasilkan harus memenuhi standar internasional.
4. Tahu saatnya memulai dan berhenti. Dalam menulis terkadang mengalami kendala writer’s block. Saat tak ada ide, jangan memaksakan diri. Beristirahat sejenak untuk mengembalikan mood dan memunculkan ide penulisan.
5. Pelajari gaya penulisan dan teknis esai-esai juara atau yang sudah dimuat di jurnal internasional. Kamu bisa mengetahui kelebihan masingmasing tulisan untuk kamu jadikan contoh memperbaiki karya tulismu.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *