Read Also

Walaupun kemarau, murid SDN 29 Terusan Jambi tetap mendapatkan air bersih.


Ditulis oleh Yudha Priana, Tanoto Foundation Jambi

Hujan masih belum juga datang. Kemarau panjang yang melanda wilayah Jambi sejak bulan Mei 2015 menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Debit Sungai Batanghari terus menyusut. Dalam kondisi normal, debit sungai terpanjang di Sumatera ini berkisar 10 meter, namun saat ini bahkan sudah kurang dari 7 meter.

Untuk mengatasi kekeringan ini, sumur gali menjadi satu-satunya andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun sumber air ini pun lama-kelamaan juga mengering. Pada sore dan malam hari, banyak masyarakat yang terlihat berburu air bersih ke Sungai Batang Hari.

Namun pemandangan sulitnya mencari air bersih ini tidak ditemukan di SDN 170/I Kehidupan Baru, SDN 175/I Karya Mukti, SDN 176/I Karya Mukti, SDN 149/I Lebung Kato Ati dan SDN 29/I Terusan. Kelima Sekolah Dasar tersebut adalah sekolah-sekolah yang sudah mengikuti Program Sekolah Sehat dari Tanoto Foundation. Dalam program ini, Tanoto Foundation memberikan dukungan berupa toilet dan sarana air bersih beserta jaringannya.

Selain sangat berguna ketika musim kemarau tiba, sumber air bersih di sekolah tersebut juga digunakan oleh siswa untuk mempraktikan kegiatan cuci tangan sebagai bagian dari Kampanye Hidup Bersih dan Sehat yang didukung oleh Tanoto Foundation. Guru-guru yang yang tinggal di dekat sekolah juga mengaku sangat terbantu dengan keberadaan sarana air bersih tersebut.

Bapak Thamrin Kepala SDN 162/I Bukit Sari yang tinggal tidak jauh dari SDN 175/I Karya Mukti mengatakan, “Saya dan masyarakat Desa Karya Mukti yang tinggal di dekat sekolah sangat bersyukur dengan bantuan Tanoto Foundation. Kami tidak kesulitan dalam menghadapi kemarau panjang di tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya.”

Tanoto Foundation melaksanakan Program Pelita Pendidikan di lebih dari 320 sekolah mitra. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah tersebut. Adapun Program Pelita Pendidikan tidak hanya mencakup dukungan perbaikan sarana maupun fasilitas sekolah, namun juga pengembangan kapasitas guru, dukungan untuk menumbuhkan minat baca anak, dan juga diseminasi praktik-praktik baik dalam proses pembelajaran di sekolah. Saat ini, program tersebut dilaksanakan di Sumatera Utara, Jambi dan Riau.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *