Read Also

Minggu, 6 Agustus 2017, Tanoto Scholars Association Jambi kembali melakukan kunjungan rutin ke Dusun Senami sebagai pelaksanaan program kerja community develompentFun English Learning”. Materi yang dipelajari adalah Matematika dan sedikit berbagi mengenai Daily Activity – Table Manners.

Anak didik di Dusun Senami memiliki ragam usia, maka dari itu pembelajaran dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A terdiri dari anak dibawah 5 tahun dan kelompok B diatas usia 5-12 tahun. Kelompok A mempelajari bangun datar dengan menggunakan media origami dan gambar, kelompok B mempelajari operasional hitung dengan permainan Happy Jumping sebagai sarananya.

Anak-anak kelompok A diperkenalkan bangun datar dalam bahasa Inggris, seperti: circle (lingkaran), triangle (segi tiga), dan square (persegi). Bangun datar tersebut diaplikasikan dalam bentuk gambar rumah dan anggur. Untuk melatih pemahaman anak teradap bangun datar, anak-anak diberikan lembar kerja. Lembar kerja yang memerintahkan anak untuk mencocokkan potongan origami terhadap bangun datar yang ada di gambar.

Kelompok B belajar mengenai operasional hitung dengan mengkombinasikan permainan Happy Jumping. Happy Jumping adalah permainan engklek dengan menggunakan angka. Anak-anak harus melompat menuju angka hasil dari operasional hitung. Jadi, anak-anak diberikan beberapa pertanyaan tentang operasional hitung dalam bahasa Inggris. Permainan ini mengajarkan anak untuk mengerti bahasa Inggris angka dan masing-masing operasional hitung dengan cara yang menyenangkan.

 

Terakhir, kelompok A dan kelompok B bergabung untuk berbagi mengenai Daily Activity-Table Manners Anak-anak diajak untuk menonton video tentang Table Manners, kemudian tim menjelaskan isi video menggunakan boneka dan gambar. Anak-anak diajarkan tata cara makan yang baik dan benar, seperti: berdoa sebelum makan, cuci tangan, sikap makan yang benar, dan mengenai berbagi makanan. Anak-anak antusias menyaksikan dan menyimak.

Pembelajaran diselingi dengan permainan dan bernyanyi bersama. Pembelajaran ditutup dengan doa, tidy up dan bersih-bersih bersama. Untuk melatih kesadaran anak tentang kebersihan, juga, jika mereka membuat sesuatu berantakan, mereka harus mau merapikannya lagi, memberikan kesadaran pada anak bahwa rapi dan bersih itu tidak hanya tanggung jawab orang dewasa tetapi termasuk pada tanggung jawab mereka juga.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *