Read Also

Fun English Learning merupakan salah satu kegiatan Community Development yang dirajut oleh TSA Jambi yang mengambil lokasi di Dusun Senami, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Dusun yang didominasi oleh warga perantauan dan warga asli Jambi, Suku Anak Dalam. Program Community Development  ini telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Akses pendidikan lanjutan yang sulit dan rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan formal, memotivasi TSA Jambi untuk terus-menerus membantu warga Dusun Senami melalui pengajaran informal yang menyenangkan namun tetap memperkaya ilmu pengetahuan anak-anak Dusun Senami.

Minggu, 16 Juli 2017, TSA Jambi kembali melakukan kunjungan ke Dusun Senami. Perjalanan yang ditempuh mendapat sedikit hambatan, medan jalan yang masih tanah dan berlubang, pun baru saja diguyur hujan menjadikan jalanan sulit untuk dilalui. Kunjungan ini dimaksudkan untuk bersilahturahmi kepada Ketua RT dan warga setempat, sekaligus melakukan proses administratif, seperti: mendata ulang peserta didik, ketersediaan buku bacaan dan memeriksa lokasi tempat mengajar.

Sembari melepas rindu kepada anak-anak didik, maka dari itu Tanoto Scholars menyempatkan diri untuk melakukan sedikit pemanasan dengan menceritakan dongeng dan bernyanyi ria sambil menari bersama perserta didik. Dongeng adalah cara yang dipilih TSA Jambi menanamkan nilai baik kepada anak-anak Dusun Senami. Agar anak-anak memiliki budi pekerti yang baik sejak dini. Dongeng tersebut mengajarkan anak-anak untuk  gemar menolong sesama dan menjujung tinggi kejujuran.

https://www.instagram.com/p/BWnMdM8Feat2K-Dbr3xhGQKLm6sw2o2KZnQc2c0/?taken-by=ella_htb

Pada kunjungan kali ini, Tanoto Scholars 2016 berkesempatan untuk turut serta dan merupakan pengalaman pertama baginya. Andrella Silvana Hutabarat, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi 2013, membagi kesan pertamanya bertemu dengan anak-anak Dusun Senami, Ella bersyukur dapat bertemu dengan mereka karena mampu menyulut semangat dalam dirinya “Aku sering sekali mengeluh, padahal fasilitas tersedia sedangkan mereka (re: anak-anak Dusun Senami) dengan segala kekurangannya  tetap bersyukur bahkan lebih semangat daripada aku” cerita Ella

 


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *