Read Also

Beberapa hari lalu, kami para pengurus Tanoto Scholars Association mengikuti kegiatan Leadership Workshop yang diadakan di Jakarta, pada tanggal 25-27 Februari 2017. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari tiga pilar Tanoto Foundation yaitu Pendidikan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata untuk pengembangan softskill kami sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation. Kegiatan ini bertemakan Managing Micro Project Training (MMPT) yang difasilitasi oleh Bapak Tutuk Utomo Nuradhy.

Secara umum, kami diajarkan mengenai membuat suatu mini project. Pada hari pertama, kami diajarkan mengapa kita memerlukan manajemen untuk suatu proyek. Lalu, pada hari yang sama kami diajarkan pula mengindentifikasi proyek apa yang dapat kami lakukan pada suatu daerah, hal-hal apa yang melatarbelakangi proyek tersebut dan mengaap proyek itu harus kami laksanakan. Selain itu, kami diajarkan pula bagaimana menentukan batasan-batasan (scopes) dalam proyek yang akan kami laksanakan. Batasan-batasan ini sangat penting agar kita terfokus pada suatu permasalahan yang ada di masyarakat dan batasan ini membantu kami untuk menyesuaikan antara ilmu yang kami miliki dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Setelah kami mengetahui batasan-batasan mana yang perlu diambil, kami diajarkan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk proyek tersebut. Dalam sesi ini, kami diajarkan mengenai indikator-indikator dalam proyek kami. Sesi ini merupakan sesi yang cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran, karena kami harus mmapu membahasakan dengan baik dan benar mengenai proyek kami agar orang lain pun dapat memahami apa yang menjadi indikator dalam proyek tersebut.

Pada hari kedua, kami diajarkan mengenai bagaimana menentukan waktu dan kegiatan kami ke dalam suatu diagram alir yang jelas dan beruntut. Selain itu, kami diajarkan bagaimana agar diagram ini memiliki skema yang benar dan harus disesuaikan dengan kondisi kami (anggota TSA), kondisi masyarakat, serta jarak tempuh ke tempat proyek akan dilaksanakan. Setelah sampai ditahap ini dimana proyek kami sudah mulai jelas dan terlihat dalam suatu diagram alir, selanjutna kami diajarkan mengenai bagaimana menentukan budget dari proyek kami. Ada beberapa aspek yang perlu kami perhatikan dalam penentuan budget, selain itu, kami pelru menentukan agar harga-harga tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan nantinya. Hal yang penting yaitu kami ditanamkan bagaimana mengatur budget agar tidak ada kondisi pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Tampaknya setelah penentuan budget selesai, kita dapat menjalankan proyek, eits tunggu dulu. Bukan hanya sampai di tahap ini, kita masih harus melakukan controlling dan evaluation. Pada materi ini, kami diajarkan bagaimana melakukan controlling terhadap proyek kami berdasarkan tujuan, batasan-batasan, indikator, waktu, dan tolok ukur yang kami gunakan untuk proyek tersebut. Lalu, pada evaluasi ini, kai diajarkan untuk melihat apa yang sudah kami targetkan dan bagaiman proses yang telah berjalan di lapangan.

Ada hal yang menarik selama training, yaitu setiap kali kami diberikan materi, kami langsung diajak untuk melakukan studi kasus mengenai materi tersebut, sehingga kami dapat memahami baik mengenai materi yang telah disampaikan. Selain itu, setiap kali kami kebingungan kami akan dipandu dan dituntut dengan baik dalam menyelesaikan tugas-tugas kami.

Terima kasih #TanotoFoundation melalui #TanotoEducation kami dapat mengembangkan softskill kami agar dapat lebih bermanfaat bagi sesama. Semoga kami dapat terus menjadi #Ambassador of #TanotoFoundation dimana pun kami berkarya. Let’s #Payitforward to others.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *