Berita

Buletin

  • Tanoto Foundation Bulletin - December 2012

    Download PDF

     
  • Tanoto Foundation Bulletin Vol. III/3/May/2011

    Download PDF

     

Pengumuman

Kliping Berita

  • Asian Agri Sumbang 1.100 Pohon di Labuhanbatu

    LKBN ANTARA – 16 Juni 2011

    Asian Agri menyumbang 1.100 pohon buah-buahan dalam Peringatan Hari Lingkungan Hldup Seduni 2011 yang digelar Pemerintah kota Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara di kawasan Kebun Aek Nabara, Asian Agri, Rabu( 15/6).

    Berita selengkapnya…

     
  • Tanoto Foundation Fokus pada Pendidikan Lanjutan dan Pemberdayaan

    SWA – No. XXVII/22 September 2011

    Sejak didirikan beberapa tahun lalu, Tanoto Foundation (TF) memfokuskan kegiatan pada bidang pendidikan yang berkualitas dan pemberdayaan yang berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan.

    Berita selengkapnya…

     

Siaran Pers

  • National Champion Scholarship 2011/2012 "Mendukung Calon Pemimpin Masa Depan Mengatasi Keterbatasan Finansial"

    Jakarta, 25 Mei 2011 – Tanoto Foundation kembali membuka pendaftaran beasiswa “National Champion Scholarship” tahun penerimaan 2011/2012 bagi 200 mahasiswa Strata 1 (S-1) dan 30 mahasiswa Strata 2 (S-2) di Indonesia. Pendaftaran dibuka melalui registrasi online mulai tanggal 21 Mei sampai dengan 30 Juni 2011.

    Beasiswa S-1 akan diberikan kepada 200 mahasiswa berprestasi dari 7 (tujuh) perguruan tinggi negeri mitra Tanoto Foundation, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Jambi (UNJA), Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Sedangkan untuk beasiswa S-2 akan diberikan kepada 30 mahasiswa berprestasi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

    Adapun persyaratan utama “National Champion Scholarship“ jenjang S-1 adalah prestasi tinggi dengan IPK minimum 3,00 (skala 4,00), berusia maksimum 21 tahun, dan berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.  Sedangkan bagi mereka yang baru duduk di tahun pertama Perguruan Tinggi, minimum nilai rata-rata raport kelas 3 SMU adalah 8,00 (skala 10). Untuk jenjang S-2, minimum IPK adalah 3,25 (skala 4,00) serta tambahan persyaratan lainnya adalah: berusia maksimum 40 tahun dan memiliki pengalaman kerja minimum 2 (dua) tahun setelah menyelesaikan program S-1.

    Ratih Loekito, Direktur Program Beasiswa Tanoto Foundationmengatakan: ”Kementerian Pendidikan Nasional mencatat bahwa jumlah mahasiswa Indonesia saat ini hanya 4,8 juta jiwa atau 18,4% dari angka partisipasi kasar jumlah penduduk Indonesia berusia 19-24 tahun[1]. Hal ini sangatlah disayangkan, karena Indonesia sangat kaya dengan bibit-bibit unggul yang berprestasi yang kelak akan menjadi penerus bangsa kita. Oleh karena itu, program National Champion Scholarship berupaya untuk menyediakan akses terhadap pendidikan yang berkualitas tinggi bagi para mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial. Kami percaya melalui pendidikan yang baik, bibit-bibit unggul ini akan dapat mendapatkan pekerjaan yang layak atau bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga hal ini dapat membantu untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” tambah Ratih.

    Proses seleksi beasiswa “National Champion Scholarship” terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu seleksi dokumentasi, psikotes dan wawancara. “Melalui proses seleksi beasiswa yang cukup panjang ini, kami berharap para penerima beasiswa Tanoto Foundation tidak hanya cakap dalam prestasi akademik, tetapi juga berjiwa kepemimpinan serta memiliki akhlak yang baik di masyarakat,” tambah Ratih.

    Beasiswa Tanoto Foundation meliputi biaya kuliah setiap semester sampai dengan Rp 3.000.000,- untuk jenjang S-1 dan sampai dengan Rp 15.000.000,- untuk jenjang S-2. Selain itu, setiap penerima beasiswa akan menerima tunjangan bulanan Rp 500.000,- untuk jenjang S-1 dan Rp 1.200.000,- untuk jenjang S-2.

    Selain memberikan dukungan dana, Tanoto Foundation juga memberikan beragam program pembekalan (enrichment program) kepada para penerima beasiswa, serta kesempatan untuk menjajaki peluang kerja di grup perusahaan yang terafiliasi dengan Tanoto Foundation.

    Catatan untuk Editor

     

    Tanoto Foundation

    Tanoto Foundation yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah B. Tanoto memiliki visi untuk menjadi pusat unggulan dalam memfasilitasi dan meningkatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas serta peluang pemberdayaan yang memberikan kontribusi pada upaya pengurangan kemiskinan. Program Tanoto Foundation meliputi bidang Pendidikan dan Pemberdayaan. Di bidang pendidikan, Tanoto Foundation memberikan beasiswa bagi S1 dan S2, menjalankan program Peningkatan Kualitas Pendidikan (PELITA Pendidikan) di propinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi  bekerja sama dengan APRIL dan Asian Agri, menjalankan program Advanced Education Support yang mendukung pengembangan riset aplikatif di perguruan tinggi, serta sejumlah program Partnership in Education. Untuk program pemberdayaan, Tanoto Foundation menjalankan programprogram pembinaan usaha kecil dan peningkatan pendapatan masyarakat, baik secara sendiri maupun melalui program CSR mitra kerja, khususnya APRIL dan Asian Agri. Tanoto Foundation melaksanakan programprogram yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga dapat memberikan dampak yang berarti dan berkelanjutan. Melalui programprogram Tanoto Foundation berharap dapat memberi kontribusi yang signifikan pada upaya pengurangan kemiskinan di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.tanotofoundation.org

     

     

    Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

    Furiyanti

    Director of Communications

    Tanoto Foundation

    Phone: +62 21 392 3189

    Fax: +62 21 392 3324

    Download PDF

     
  • Tanoto Foundation, RAPP, dan Asian Agri Tingkatkan Kualitas Guru Melalui Pelatihan Guru Program Pelita Pendidikan

    Ukui, 19 Maret 2011 – Tanoto Foundation bekerjasama dengan PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) dan Asian Agri melalui Program Pelita Pendidikan mengadakan pelatihan ’Dasar-dasar Pembelajaran Aktif’ di SDN 016 Air Hitam, Ukui. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan guru-guru dari 12 Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

    Medi Yusva, Regional Project Manager Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation di Riau mengungkapkan bahwa salah satu komponen Program Pelita Pendidikan adalah Pelita Guru Mandiri (Mantap, Andal, Niat, Dermawan, Intelektual, Ramah dan Berintegritas). Program ini dirancang berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan Nasional yang menjabarkan bahwa dari 2,7 juta guru di Indonesia, 1,4 juta orang adalah guru Sekolah Dasar (SD), tetapi jumlah yang memenuhi syarat menjadi guru SD hanyalah sebesar 8,3%1.

    Dewi Susanti, Program Director Tanoto Foundation mengatakan: ”Berdasarkan pengamatan di lapangan ditemukan bahwa sebagian besar guru belum menerapkan metode ’Cara Belajar Siswa Aktif’ yang telah dikumandangkan sejak tahun 1984 di Indonesia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Bjork di enam sekolah di Malang2 menguak bahwa lemahnya kemampuan guru untuk menerapkan metode dan kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah pusat disebabkan karena kurangnya pelatihan dan pendampingan guru, yang memungkinkan terjadinya perubahan paradigma mengajar secara sistemik. Oleh karenanya, Program Pelita Guru Mandiri didedikasikan untuk para guru sekolah dasar agar memiliki pemahaman yang baik mengenai metode pembelajaran aktif dan kolaboratif, serta mampu mengaplikasikan metode tersebut di dalam kelas”.

    Kegiatan Program Pelita Guru Mandiri terdiri dari 3 tahapan pelatihan selama kurun waktu 2 tahun. Pada tahap pertama ini, Tanoto Foundation dan tim pelatih dari Credo Foundation memperkenalkan peserta pada metode dan cara pengelompokan pembelajaran aktif. Selain itu, pelatihan juga bertujuan untuk mengidentifikasi guru dan kepala sekolah yang bermotivasi dan berpotensi untuk menjadi calon-calon pelatih di tingkat lokal. Pada tahap kedua, pelatihan akan lebih difokuskan pada pendalaman pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan agar mampu mengembangkan dan menerapkan metode dan pengelompokan pembelajaran aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Pada tahap ketiga, pelatihan akan difokuskan pada pengembangan kemampuan pemimpin dan calon pelatih untuk menjadi fasilitator dan pendamping bagi guru-guru lain.

    Tahap pertama Program Pelita Guru Mandiri telah diselenggarakan di wilayah Sumatera Utara dan Jambi pada tahun 2010 untuk 210 peserta. Di tahun 2011 pelatihan ’Dasar-dasar Pembelajaran Aktif’ akan dilaksanakan sebanyak 3 kali di beberapa kabupaten di Riau. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kapasitas guru di Riau, dimana sampai 2009, baru 16% dari guru Sekolah Dasar yang sudah berkualifikasi S1/ D43.

    Pelita Guru Mandiri merupakan bagian dari PELITA Pendidikan yaitu program pengembangan sekolah yang terfokus pada pemberdayaan guru dan institusi pendidikan, dan perbaikan lingkungan fisik dan intelektual sekolah. Target pengembangan ditujukan untuk lebih dari 200 sekolah, yang sebagian besar adalah Sekolah Dasar Negeri di daerah-daerah terpencil di 3 (tiga) propinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Program Pelita Pendidikan

    memiliki 3 (tiga) komponen lain, yaitu Pelita ASRI (Aman, Sehat, dan Ramah Lingkungan), Pelita Pustaka (Perbaikan koleksi buku sekolah dan pertukaran koleksi buku antar sekolah) dan Pelita Sekolah Unggul (Usaha, nyata, gigih, giat, unggul, dan luhur) yang dilaksanakan di 3 daerah, yaitu Sumatra Utara, Riau dan Jambi.

     

    ---000---

     

    Sekilas mengenai Tanoto Foundation

    Tanoto Foundation yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah B. Tanoto pada tahun 2001 memiliki visi untuk menjadi pusat unggulan dalam memfasilitasi dan meningkatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas serta peluang pemberdayaan yang memberikan kontribusi pada upaya pengurangan kemiskinan. Program Tanoto Foundation meliputi bidang Pendidikan dan Pemberdayaan. Di bidang pendidikan, Tanoto Foundation memberikan beasiswa bagi S1 dan S2, menjalankan program Peningkatan Kualitas Pendidikan (PELITA Pendidikan) di 3 provinsi bekerja sama dengan APRIL dan Asian Agri, menjalankan program Advanced Education Support yang mendukung pengembangan riset aplikatif di perguruan tinggi, serta sejumlah program kemitraan pendidikan. Untuk program pemberdayaan, Tanoto Foundation menjalankan program-program pembinaan usaha kecil dan peningkatan pendapatan masyarakat, baik secara sendiri maupun melalui program CSR mitra kerja, khususnya APRIL dan Asian Agri. Tanoto Foundation melaksanakan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga dapat memberikan dampak yang berarti dan berkelanjutan. Melalui program-program tersebut Tanoto Foundation berharap dapat memberi kontribusi yang signifikan pada upaya pengurangan kemiskinan di Indonesia.  Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.tanotofoundation.org

     

    Sekilas mengenai Asian Agri

    Asian Agri merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahannya sejak 1979. Sejak tahun 1987, Asian Agri telah ikut membantu Pemerintah Indonesia dalam program pengembangan dan pembangunan Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).

    Saat ini, Asian Agri mengelola sekitar 160.000 hektare lahan yang terdiri dari sekitar 100.000 hektare kebun milik sendiri dan membina sekitar 60.000 hektare lahan petani Plasma. Petani mitra Asian Agri berlokasi di Propinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Sampai saat ini Asian Agri mempekerjakan tak kurang dari 25.000 tenaga kerja dan bermitra dengan 29.000 Kepala Keluarga Petani Plasma dan KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota).

    Sukses Asian Agri sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terdepan di Indonesia telah diakui secara internasional dengan menerima sertifikasi ISO 14001 untuk semua unit operasi dan ISO 9001 untuk pusat pelatihan Asian Agri (AA Learning Institute) yang berada di Pelalawan, Riau dan pusat riset pembibitan di Kampar, Riau pada tahun 2007. Selain itu, Pusat R&D Asian Agri di Tebing Tinggi telah disertifikasi sebagai laboratorium top di Malaysia dan Indonesia oleh International Plant Exchange – WEPAL Wageningen University, Netherlands.

    Selain sukses sebagai salah satu perkebunan sawit dengan teknologi terdepan, Asian Agri juga memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan, dimana salah satu perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri yang berlokasi di Buatan yang bernaung dibawah PT Inti Indosawit Subur, telah mendapatkan serifikasi pada tahun 2010 lalu.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

    Furiyanti

    Tanoto Foundation

    Phone: +62 21 392 3189

    Fax: +62 21 392 3324

     

    Fiona Mambu

    Asian Agri

    Phone: +62 21 2358 6611

    Fax: +62 21 2358 6620

    Download PDF

     

Partner Kami