Read Also

Di Indonesia, Tanoto Foundation bersama dengan penerima program beasiswa mengunjungi korban letusan Gunung Sinabung di bulan Juli 2015.

Selain dana dari Tanoto Foundation, bantuan termasuk penyediaan pakaian, makanan, dan air. Studi kasus berikut ini didasarkan pada sebuah cerita yang ditulis oleh Rico Dian Sahputra, Tanoto Scholar dari Medan Institute of Technology.

“Kesedihan korban letusan Gunung Sinabung juga dirasakan oleh kita semua. Karena itu, anggota Tanoto Scholars Association Medan mencoba untuk mengurangi kesulitan bagi korban yang selamat dari letusan, terutama yang dari kalangan orang-orang muda.”

Sebagai korban, mereka harus hidup dalam kondisi yang jauh dari normal. Mereka sering menghabiskan malam yang dingin di tempat penampungan sementara. Mereka juga harus mampu menggunakan pasokan terbatas yang mereka miliki dengan bijak. Lebih penting lagi, pendidikan anak-anak di daerah tersebut telah terganggu.

Pada tanggal 15 Juli 2015, Tanoto Foundation dan Tanoto Scholars, mengunjungi anak-anak muda untuk membantu memulihkan semangat anak-anak. Melalui permainan yang menyenangkan, kami juga mencoba untuk membuat mereka mengatasi kesulitan mereka, bahkan untuk beberapa saat. Kami sangat senang melihat mereka secara antusias berpartisipas dalam semua kegiatan. Selama kami berada di sana, semua wajah mereka penuh dengan senyum dan kebahagiaan. Melalui permainan, kami juga mencoba untuk mengajarkan mereka beberapa pengetahuan umum agar mereka merasa tertarik. Kami membagikan makanan ringan, mainan, buku teks dan buku bacaan sehingga mereka bisa terus belajar.

Kami berharap anak-anak menyadari bahwa meskipun kondisi mereka saat ini jauh dari normal, ada orang yang merawat mereka. Kami juga berharap bahwa letusan akan segera berakhir sehingga mereka bisa kembali ke desa dan melanjutkan pendidikan “.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *