Read Also

Diabetes sering dikenal sebagai penyakit pembunuh diam-diam. Meskipun penderitanya banyak, namun setiap orang mengalami dampak yang berbeda. Beberapa penderita harus berhenti dari pengobatan seumur hidup dan suntik insulin akibat biaya yang mahal dan kualitas hidup yang menurun, sementara penderita yang lain merasakan komplikasi yang timbul dari penyakit ini.

Penyakit diabates bisa memicu gagal ginjal, kebutaan, bahkan amputasi di bagian tubuh yang luka. Dukungan Tanoto Foundation diharapkan bisa memberikan solusi bagi para penderita diabetes, khususnya di wilayah Asia.

 

Diabetes: Penyakit yang Berbahaya

Saat ini, Profesor Karl Tryggvason adalah profesor Tanoto Foundation dalam riset diabetes di Duke-NUS Medical School, Singapura. Beridirinya program Professorship tersebut atas dukungan dari Tanoto Foundation pada 2013.

Program ini membantu karya Prof. Tryggvason dalam mempelajari apa yang menjadi masalah di Asia. Seperti yang ia sampaikan, “Diabetes meningkat di mana-mana. Sayangnya, hal ini lebih buruk di Asia. ”

Hal ini juga menjadi perhatian Belinda Tanoto, anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation. “Saat ini, 60% populasi penderita diabetes di dunia adalah orang Asia. Dari kasus yang tak terdiagnosis di Asia Pasifik, angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 46%. Ini adalah situasi yang ingin kita ubah.”

Prof. Tryggvason awalnya adalah mahasiswa arsitektur, namun segera menemukan panggilan hatinya dalam bidang kedokteran. Saat ini, penelitiannya tentang diabetes sedang diintensifkan untuk memerangi penyakit diabetes, di mana separuh dari jumlah penderitanya di Asia Tenggara mengalami komplikasi.

Penelitian Prof. Tryggvason berfokus pada menemukan penyembuhan diabetes yang lebih baik, lebih murah, dan lebih efektif. Dengan mengandalkan penelitian sel induk, timnya telah mencoba untuk menumbuhkan sel insulin yang bisa menjadi kunci untuk menyembuhkan diabetes tipe-II.

Pengetahuan Tidak Sekadar untuk KepuasanĀ 

Karya Prof. Tryggvason dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi penderita penyakit di seluruh dunia. Saat ini, banyak di antara penderita tersebut bergantung pada bentuk pengobatan yang lebih konvensional dan tidak menyenangkan. “Terapi utama untuk diabetes adalah menyuntikkan insulin ke dalam tubuh. Terapi ini tidak baik jika dilakukan seumur hidup,” kata Prof. Tryggvason.

Rangkaian penelitian Prof. Tryggvason yang juga sama pentingnya adalah menggali genetika diabetes. Timnya saat ini sedang mencari dasar genetik yang dapat mempengaruhi beberapa penderita tertentu terhadap komplikasi seperti kebutaan dan penyakit ginjal. Tim Prof. Tryggvason juga mencari gen pelindung, yaitu gen yang mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Dalam hal ini, keragaman ras dan etnis warga Singapura memberikan keuntungan tersendiri.

Tanoto Foundation terus mendukung Prof Tryggvason yang berjuang meneliti penyakit diabetes. “Dengan dana dari Tanoto Foundation, semuanya menjadi lebih fleksibel. Dana ini sangat bermanfaat, karena dalam penelitian, kita mencari jawaban atas hal yang tidak diketahui, dan kita tidak selalu tahu sebelumnya, bagaimana kita akan melakukannya,” kata Prof Tryggvason.

Didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, Tanoto Foundation menyadari potensi transformatif penelitian medis dalam mendukung masyarakat untuk hidup lebih sehat dan lebih berkualitas. Yayasan ini mendukung penelitian penyakit yang lazim terjadi di Asia seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung. Tanoto Foundation juga secara aktif menjalankan kemitraan strategis dengan pusat kesehatan regional terkemuka seperti Duke-NUS Medical School.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *