Petani kelapa sawit swadaya biasanya memiliki 2-3 hektar lahan. Area yang mereka miliki tersebut adalah  42%  total luas area perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Petani kelapa sawit mandiri  melalukan kegiatannya dengan biaya, manajemen, maupun perlengkapan sendiri.

Sebagai penghasil tandan buah segar, petani sawit swadaya tidak terikat kepada pabrik kelapa sawit manapun dan biasanya menjual hasil panen mereka melalui perantara. Karena mereka tidak melakukan praktik pertanian yang tepat, hasil panen mereka biasanya rendah.

Pada awal 2012, Tanoto Foundation bekerjasama dengan Asian Agri untuk mengembangkan program kemitraan dengan petani kelapa sawit swadaya di sekitar daerah operasi Asian Agri.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian petani, dengan cara:

  • Memfasilitasi pembentukan koperasi atau kelompok petani.
  • Melatih dalam praktik pertanian yang baik dan ketrampilan lainnya.
  • Memberikan bantuan teknis kepada petani untuk mendapatkan sertifikasi minyak kelapa sawit berkelanjutan, seperti Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).

PENCAPAIAN

Pencapaian program pengembangan petani kelapa sawit pada Desember, 31 2015 :

  • Melatih 5.661 petani dalam praktik pertanian yang baik.
  • Mendirikan 122 kelompok petani.
  • Mendirikan 12 koperasi petani yang mendukung anggotanya dalam kegiatan perkebunan.

8 November 2016 OPP ID BARU