Read Also

Sejak September 2017 lalu, kami penerima Beasiswa Tanoto Foundation yang tergabung dalam Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Gadjah Mada mengadakan program pembuatan aquaponik di Dusun Kasuran, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta.

Tujuan dari program ini adalah memperkenalkan sistem bercocok tanam model baru yang ramah lingkungan. Sistem aquaponik ini secara sederhana adalah menjadikan kotoran ikan dari kolam sebagai pupuk tanaman. Jadi tidak ada penggunaan pupuk kimia sama sekali dalam bercocok tanam.

Kami melihat Dusun Kasuran memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem aquaponik, karena di dusun ini terdapat banyak kolam ikan. Kami pun membuat sebuah instalasi aguaponik dari bahan-bahan yang mudah didapat, misalnya pipa PVC dan ember plastik.

Hasilnya sangat memuaskan, tanaman tomat dan sawi hijau yang kami tanam bersama warga tumbuh subur.

“Kami sangat senang dengan ilmu bertanam yang baru kami kenal ini. Kami juga berharap ada pelatihan lanjutan pembuatan instalasi aquaponik dengan barang bekas, agar biayanya lebih murah,” kata Wartilah, Kepala Dusun Kasuran.


Keberhasilan implementasi instalasi aquaponik ini tidak hanya berdampak kepada warga Kasuran. Beberapa warga dusun tetangga pun tertarik untuk bercocok tanam dengan sistem ini. Program kami selanjutnya adalah menjadikan Kasuran sebagai sentra aquaponik dan “virus” bertanam ramah lingkungan ini bisa menyebar di seluruh Desa Margodadi, bahkan di desa-desa tetangga.

Tanoto Scholars Association adalah perkumpulan para penerima beasiswa Tanoto Foundation. Mereka didorong untuk membuat proyek social sebagai bentuk pay it forward manfaat yang diterima dari program besiswa Tanoto Foundation.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *