Read Also

Pada Maret 2017, Tiominar, guru SDN 115520 Sidodadi, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara membagi tips mengajar di laman Facebook miliknya. Ibu Timi, begitu dia dipanggil, berbagi tips mengajar di luar ruang kelas yang dia peroleh dari pelatihan peningkatan kualitas guru yang diadakan oleh Tanoto Foundation.

Tips tersebut ternyata banyak yang menanggapi, salah satunya adalah seorang guru di Timika, Papua. Percakapan di media sosial lalu dilanjutkan melalui telepon. Tips yang dibagi oleh Ibu Timi ternyata diadopsi oleh guru di Papua tersebut untuk diterapkan di sekolahnya. Cerita tersebut membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat untuk menyebarkan sebuah metode pengajaran kepada guru di seluruh Nusantara.


Tanoto Foundation, lembaga filantropi di bidang pendidikan, mencoba mengaplikasikan teknologi sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. Tanoto Foundation bekerja sama dengan Ruangguru, perusahaan penyedia layanan dan konten pendidikan berbasis teknologi, untuk menyebarluaskan modul pelatihan guru di seluruh Indonesia.

Caranya adalah dengan membuat konten yang berisi materi pelatihan Tanoto Foundation dan diunggah ke aplikasi Ruangguru sehingga bisa diakses oleh para guru di mana pun dia berada.

Teknologi dalam jaringan (daring) membuka kesempatan bagi guru untuk saling berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Untuk bisa saling belajar, salah satu kuncinya adalah terus berusaha meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri sebagai seorang guru.

Berikut tiga hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sebagai guru:

1. Mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi diri

Mengikuti pelatihan guru adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas diri. Pelatihan guru jumlahnya cukup banyak, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun lembaga filantropi keluarga seperti Tanoto Foundation.

Anda bisa mencari informasi pelatihan guru dari lembaga pemerintahan, rekan seprofesi, maupun dari internet. Bila ada kesempatan, segeralah mendaftar, karena kuota peserta pasti terbatas.

2. Saling berbagi pengetahuan dengan sesama guru

Masing-masing guru pasti memiliki pengetahuan dan pengalaman berbeda-beda. Seringlah membagi pengalaman dan pengetahuan Anda kepada teman seprofesi. Seperti kata pepatah, ilmu yang dibagi tidak akan berkurang, justru akan semakin bertambah.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk berbagi ilmu. Di zaman modern seperti ini, Anda bisa berbagi pengetahuan baik dengan bertemu secara fisik maupun lewat daring. Anda bisa berbagi ilmu melalui media social atau bisa juga membuat grup teman seprofesi di aplikasi pesan instan untuk berbagi pengetahuan. Semua bisa dilakukan dengan mudah dan murah.

3. Menguji kompetensi diri

Bila Anda sudah mengikuti pelatihan, Anda harus mengetahui seberapa jauh peningkatan kemampuan diri Anda. Salah satu cara untuk mengetahui kemampuan diri adalah dengan mengikuti lomba guru seperti lomba mengajar, lomba menulis, dan lomba yang berhubungan dengan kompetensi diri. Dari lomba tersebut, Anda bisa mengukur seberapa jauh kemajuan yang sudah dibuat.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *