Read Also

Pendidikan adalah kunci mencerdaskan masyarakat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut sudah disadari oleh Raden Ajeng Kartini lebih dari seabad lalu. Pemikiran inilah yang menjadi dasar bagi Kartini ketika mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara, Jawa Tengah.

Pemikiran dan perjuangan Kartini tersebut diteruskan oleh perempuan masa kini. Jumlah guru perempuan pada jenjang pendidikan wajib Sembilan tahun menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 adalah 1.466.995.Jumlahnya lebih besar dibanding guru laki-laki yang berjumlah 1.010.040.

Meningkatnya jumlah guru perempuan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi mereka dalam mengajar. Melalui dukungan terbaik, para guru perempuan bisa menjadi Kartini masa kini yang kreatif dan inspiratif.

Hal tersebut dibuktikan oleh guru perempuan mitra Tanoto Foundation yang menginspirasi lingkungan mereka. Salah satunya adalah Peni Herma Wirda, Guru SDN 52/V Pematang Pauh, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Guru di sekolah mitra Tanoto Foundation tersebut menjadi idola murid-muridnya. Bu Peni menerapkan metode pembelajaran di ruang kelas yang membuat murid-muridnya bersemangat dalam mengikuti pelajaran.

Metode ini dia peroleh saat mengikuti pelatihan Pelita Guru Mandiri dari Tanoto Foundation pada 2016 di Tungkal Ulu. Berkat metode baru tersebut, murid-murid lebih aktif dalam menjawab pertanyaan yang dia ajukan.

Tidak hanya menjawab, para murid juga berani mengajukan pertanyaan bila merasa kurang paham dengan materi pelajaran. Dampaknya, pemahaman murid terhadap materi pelajaran meningkat.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *