Read Also

Sejak terbentuk pada tahun 1981, Tanoto Foundation telah mendukung puluhan ribu orang melalui pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup. Namun, faktanya Indonesia adalah negara yang sangat luas untuk satu organisasi bisa membawa dampak yang berarti di skala nasional.

“Kami ada di 300 sekolah di Indonesia,” ujar Sihol Aritonang, Kepala Tanoto Foundation di Indonesia. “Memang terlihat banyak sampai anda tahu bahwa ada 300.000 sekolah di negeri ini.”

Kolaborasi adalah kunci, tapi setiap organisasi  memiliki prioritas, metode dan proses yang yang berbeda. Pemerintah Indonesia, perusahaan dan organisasi filantropis sama-sama sepakat bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diluncurkan PBB pada tahun 2015 memberikan kerja yang ideal untuk mengatasi tantangan yang dihadapi negara melalui Bahasa yang sama.

“Pada level nasional kami hampir seolah tidak membawa dampak sehingga kami sadar kami perlu bekerja dengan yang lain untuk mencapai tujuan bahwa kami perlu menyelaraskan diri dengan pemain lain untuk mencapai SDGs,” ujar Sihol.

Di Indonesia pengambilan keputusan relatif terdesentralisasi, yang melibatkan banyak level dari pemerintahan yang perlu diajak bekerja sama. Sebagaimana Tanoto Foundation berkolaborasi denga perusahaan mitra seperti Grup APRIL dan Asian Agri, juga dengan kelompok filantropis seperti dukungannya untuk Lingkaran Filantropi Asia (Asia Philanthropy Circle).

Mengadopsi SDGs memampukan organisasi  menyelaraskan upaya mereka tanpa perlu membuat perubahan yang besar pada program mereka  dimana setiap organisasi memiliki kebebasan untuk mengerjakan SDGs tertentu atau tidak- yang memiliki tujuan yang sama dengan target yang ada dalam daftar.

Pendidikan

Pendidikan selama ini selalu menjadi kunci fokus bagi Tanoto Foundation –faktanya terbentuknya organisasi ini bermula dari sekolah Taman Kanak-Kanak yang didirikan Sukanto Tanoto dan keluarganya. Itu sebabnya banyak upaya yang telah dilakukan merupakan dukungan bagi SDG nomor 4, yang menyebutkan tentang Kualitas Pendidikan.

Tanoto Foundation memperbaiki kualitas pendidikan dasar di Indonesia dengan meningkatkan kualitas guru dan kepemimpinan di sekolah. Ini dikerjakan bersama dengan mitra sekolah untuk menciptakan pusat keunggulan di tingkat lokal dan regional, pelatihan untuk kepala sekolah dan guru untuk memampukan mereka meningkatkan kualitas mengajar, membuat pelajaran lebih menarik bagi siswa dan meningkatkan manajemen secara keseluruhan.

الحمد لله رب العالمين.Pelatihan Kemamapuan Efektif Membaca (KEM).Oleh "tanoto foundation",28-31 agustus 2017.Terima…

Posted by Aang Rohim on Wednesday, 30 August 2017

Para guru mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation di berbagai area seperti pengembangan dan implementasi pembelajaran kontekstual, pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa hingga manajemen kelas.

Kerjasama Tanoto Foundation dengan sekolah juga mencakup SDG no.3 (kesehatan dan kesejahteraan yang baik). Indonesia tidak kekurangan makanan, tapi 37 persen anak di bawah usia 5 tahun tidak tumbuh maksimal, dan 57 persen anak-anak di daerah terpencil mengalami anemia, lebih dikarenakan tidak adanya pengetahuan yang cukup mengenai kebutuhan gizi. Pada saat yang sama angka kematian anak di bawah 5 tahun masih berada di atas target SDG 25 dari 1.000 angka kelahiran.

Tanoto Foundation bekerja untuk meningkatkan kualitas sanitasi di sekolah, membangun toilet yang modern dan memasang kebutuhan air bersih. Selain itu juga memberikan pelatihan bagi orang tua, murid dan guru mengenai kebersihan dan gizi dengan tujuan mengurangi malnutrisi dan penyakit anak yang mudah dicegah.

Beasiswa

Tanoto Foundation sangat dikenal dengan program beasiswa, yang sejauh ini telah mendukung lebih dari 7.200 berprestasi menyelesaikan gelar sarjana di beberapa institusi pendidikan tinggi ternama di Indonesia. Dengan fokus yang kuat pada siswa yang menunjukan pontensi kepemimpinan, program beasiswa ini mendukung SDG 8, yang bertujuan untuk mempromosikan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang layak.

Tanoto Foundation menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 450 mahasiswa setiap tahunnya, 250 di antaranya diterbangkan untuk mengikuti acara Tanoto Scholars Gathering tahunan di mana mereka menerima pelatihan soft skill tambahan untuk berbicara di depan umum dan kepemimpinan.

Beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa yang belajar penuh waktu di universitas-universitas di Singapura, Tiongkok dan AS.

Tanoto Foundation juga bermitra dengan universitas di seluruh dunia untuk memperbaiki pendidikan, termasuk melalui pembangunan atau renovasi fasilitas pendidikan.

Ada Perpustakaan Tanoto di Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya dan Universitas Bhayangkara di Jakarta, juga ada lantai Tanoto di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Pusat Informasi Tanoto Forestry di Institut Pertanian Bogor.

Sementara itu, Tanoto Initiative di Wharton School memfasilitasi hubungan internasional antara universitas-universitas di Indonesia dan sekolah bisnis bergengsi, dengan tujuan utama memberi siswa kesempatan belajar, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dan meningkatkan penelitian mengenai ekonomi regional.

 


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *