Read Also

Petrobowl International Championship merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) di acara Annual Technical Conference and Exhibition (ATCE). Petrobowl International Championship 2017 berlangsung pada 9 Oktober di Henry B. Gonzalez Convention Center, San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Kompetisi ini mempertandingkan 32 tim dari berbagai negara di seluruh dunia untuk menguji pengetahuan, kemampuan pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir analitis masing-masing tim dalam ranah keilmuan perminyakan dengan sistem cerdas cermat atau cepat tepat. Materi yang diujikan adalah pengetahuan teknis (geologi, geofisika, drilling & completion, reservoir, produksi, dan sebagainya) dan pengetahuan non-teknis (sejarah, trivia, berita terkini, dan sebagainya).

Untuk berpartisipasi dalam Petrobowl International Championship, setiap tim diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Petrobowl Regional Qualifier yang diselenggarakan oleh masing-masing wilayah (Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Pasifik, Afrika sub-Sahara, Amerika Serikat dan Kanada, Eropa, Rusia, Laut Utara, dan Kaspia, serta Amerika Selatan dan Karibia), di mana Indonesia termasuk wilayah Asia Pasifik. Hanya lima tim teratas di tingkat regional serta finalis Juara 1 dan Juara 2 dari tahun sebelumnya yang berhak menjadi peserta di tingkat internasional.

Petrobowl Asia Pacific Regional Qualifier (APRQ) 2017 berlangsung pada 25-27 Juli di Universiti Teknologi Petronas (UTP), Perak, Malaysia. Kompetisi ini diikuti oleh 21 tim dari 7 negara di Asia Pasifik. Kami dari Tim Universitas Indonesia bertanding melawan UCSI University (Malaysia), Palawan State University (Filipina), Universitas Trisakti (Indonesia), serta Batangas State University (Filipina), dan berhasil meraih 1st Runner Up (juara 2).  Dengan demikian kami bersama empat tim lainnya berhak mewakili Asia Pasifik dalam Petrobowl International Championship 2017.

Di Petrobowl International Championship, kami bertanding melawan Heriot-Watt University Skotlandia di babak pertama. Kami menang dan menjadi Top 16. Di babak kedua, kami bertanding melawan University of Tulsa Amerika Serikat. Sebenarnya di akhir pertandingan, kami dinyatakan menang dan berhak melaju sebagai Elite 8, namun Tulsa mengajukan protes mengenai suatu soal yang menjadi penentu kemenangan kami. Setelah berdebat, juri pun memutuskan untuk mengadakan pertandingan ulang antara kami dan Tulsa. Di pertandingan ulang ini, kami kalah cepat menjawab sehingga Tulsa dinyatakan masuk Elite 8.

Meskipun begitu, UI berhasil meraih capaian yang cukup baik, yakni meraih predikat Top 16. Dengan pencapaian ini, diharapkan terdapat evaluasi dan perbaikan untuk persiapan lomba ke depannya sehingga delegasi UI dapat mengharumkan nama baik Indonesia dalam bidang kemigasan di tingkat internasional.

Saya sendiri sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari Petrobowl International Championship. Ini merupakan pengalaman yang menantang mengingat saya bukan dari jurusan Teknik Perminyakan tetapi dari Teknologi Bioproses. Apalagi kami harus beradu pengetahuan melawan mahasiswa S1, S2, dan bahkan S3 dari berbagai universitas tingkat dunia yang sebagian besar berasal dari jurusan teknik perminyakan. Pencapaian ini membuat saya percaya bahwa kerja keras dan doa tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Ditulis oleh Nabila Putri Salsabila, Tanoto Scholar dari Universitas Indonesia.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *