Read Also

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., mengapresiasi prakarsa pihak swasta dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Hal itu diungkapkan Mohamad Nasir saat menyaksikan penandatanganan perjanjian beasiswa Tanoto Foundation di Jakarta, 20 Oktober 2017.

“Beasiswa Tanoto Foundation ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan lembaga swasta di bidang pendidikan tinggi demi mencetak generasi muda yang dapat bersaing di pentas dunia. Beasiswa Tanoto Foundation ini juga sebagai bentuk dukungan generasi muda sebagai bonus demografi dalam upaya membangun Indonesia lebih maju,” kata Mohamad Nasir.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto mengatakan bahwa program beasiswa ini juga sebagai bentuk dukungan Tanoto Foundation untuk mengembangkan pemimpin masa depan Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan yang baik, juga akan menghasilkan pemimpin yang baik. Ambil bagian dalam mengembangkan pemimpin masa depan Indonesia merupakan mandat dari pendiri Tanoto Foundation, yaitu Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto. Salah satunya dilakukan melalui program beasiswa,” kata Belinda Tanoto.

Untuk menjalankan program beasiswa ini, Tanoto Foundation bermitra dengan 35 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Hingga saat ini lebih dari 3.200 mahasiswa telah mendapat dukungan beasiswa Tanoto Foundation. Untuk penerimaan tahun 2017, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada lebih dari 350 mahasiswa.

Para penerima beasiswa Tanoto Foundation, atau dikenal sebagai Tanoto Scholars, tidak hanya mendapatkan dukungan biaya pendidikan. Mereka juga memperoleh berbagai pelatihan soft skill untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka, seperti public speaking, presentasi, kerja sama tim, hingga kepemimpinan.

“Menjadi penerima beasiswa dari Tanoto Foundation bisa membuat saya lebih fokus dalam mengejar prestasi. Hal tersebut sangat penting, karena saya ingin menjadi abdi negara terbaik setelah lulus. Saya akan menjadi hakim masa depan Indonesia yang bisa membuat keadilan di negeri ini benar-benar bisa tegak,” kata Syukri Kurniawan, Tanoto Scholar dari Universitas Andalas, Padang.

“Ketika pertama diterima menjadi Tanoto Scholar dan mendapat tugas mengerjakan sebuah mini social project, terus terang saya gembira dan tertantang. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah kemampuan manajemen saya dan akan mendukung target saya setelah lulus nanti, yaitu menjadi eksekutif di perusahaan BUMN,” kata Adji Fahrizal Sandi, Tanoto Scholar dari Universitas Indonesia, Depok.

“Beasiswa Tanoto penting bagi saya, karena ibu saya orangtua tunggal dan ayah sudah tidak ada. Saya yakin beasiswa ini akan membantu saya untuk mengejar impian saya menjadi pakar di bidang perpajakan atau keuangan, sesuai dengan passion dan disiplin ilmu saya,” kata Gloria Yanita Sitorus, Tanoto Scholar dari Universitas Hasanuddin, Makassar.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *