Read Also

Istilah sekolah berasal dari Bahasa Prancis “escole” artinya tempat bermain. Artinya, sekolah merupakan tempat yang sangat nyaman dan menyenangkan untuk belajar dan bermain atau bermain dan belajar.

Untuk mewujudkan sekolah yang nyaman, bisa dimulai dari ruang kelas yang ramah anak, yaitu ruang kelas yang mendukung proses pembelajaran agar anak aktif mengembangkan potensi dirinya dengan cara yang menyenangkan.

Hal inilah yang dijalankan di SDN 007 Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, ini. Sekolah mitra Tanoto Founfdation ini berusaha untuk menciptakan sekolah yang nyaman,  seperti pembuatan kebun kelas, memanfaatkan barang bekas sebagai pendukung pembelajaran, hingga peningkatan kualitas manajemen ruang kelas.

Di kelas satu misalnya, nampak berbagai lukisan dan beraneka pajangan yang menghiasi dinding ruangan. Tak hanya itu, ruangan juga dicat dengan warna cerah, sesuai dengan tema kanak-kanak. Berbagai karya anak-anak juga dipajang untuk menumbuhkan kebanggan dan rasa percaya diri anak-anak.

“Kami membuat ruangan kelas ramah anak  ini agar siswa betah dan tumbuh kepercayaan dirinya melalui penghargaan kami buat, seperti pemberian bintang kepada siswa yang akan ditempelkan di dinding dan dapat dilihat oleh seluruh siswa. Sehingga siswa berlomba lebih kreatif dan lebih berani tampil demi mendapatkan bintang tersebut,” ujar Ibu Isneini, S.Pd, guru kelas 1 SDN 007 Teluk Paman.

Gagasan membuat ruang kelas ramah anak ini didapat Ibu Isneini dari hasil pelatihan yang diberikan oleh Tanoto Foundation. Hasil pelatihan tentang manajemen kelas tersebut juga dibagikan kepada guru-guru SDN 007 Teluk Paman yang lain, sehingga mereka mampu membimbing siswa untuk berkreasi di ruangan kelas masing-masing.

Hasilnya, seluruh ruangan kelas SDN 007 Teluk Paman ini tak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai unjuk karya atau portofolio siswa. “Harapan saya, para siswa lebih nyaman dalam proses belajar sehingga berani tampil dan lebih kreatif dari sebelumnya,” ujar Ibu Isneini.

Ditulis oleh Leo Fariddian Sunarya, Tanoto Foundation Riau


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *