Read Also

Di balik latar belakang keluarga yang sederhana, Elia Veronika Sinaga menyimpan tekad untuk memperbaiki kehidupan keluarganya melalui pendidikan. Elia kini menempuh kuliah di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi.

Elia lahir di Ujung Batu Rokan, Riau, 24 Oktober 1996. Saat ia berusia 10 tahun, Elia bersama keluarganya merantau ke Jambi karena sang ayah diterima bekerja sebagai pemanen kelapa sawit di PT Dasa Anugerah Sejati, salah satu anak perusahaan Asian Agri. Sementara ibunya turut membantu pekerjaan sang ayah sebagai buruh harian lepas.

Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, Elia sangat paham dengan keterbatasan orang tuanya dalam mendukung kehidupan keluarga. Namun ia bertekad untuk terus melanjutkan kuliah. Ia yakin pendidikan merupakan kunci yang akan membuka berbagai kesempatan untuk mengubah masa depannya menjadi lebih baik.

“Ayah dan kakak saya selalu memotivasi saya untuk rajin belajar dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka berharap, saya bisa membawa perubahan keluarga di masa depan,” kata Elia.

Prestasi akademis Elia sejak  SD, SMP, hingga SMA cukup baik. Ia juga kerap mewakili sekolahnya dalam berbagai lomba, misalnya cerdas cermat tingkat SMA hingga meraih juara dua tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Berbekal prestasi akademis ini Elia percaya diri untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

Namun demikian, awal-awal kuliah menjadi pengalaman yang berat bagi Elia. Untuk mendukung biaya kuliah, indekos, dan biaya hidup lainnya, ayahnya harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan bonus dari perusahaan. Suatu kali ayahnya berpesan kepada Elia untuk mencari-cari beasiswa agar bisa meringankan beban biaya.

(Baca: Daftar Beasiswa Non-Ikatan Dinas)

“Ayah saya sudah beranjak tua sehingga tenaganya berkurang untuk pekerjaan ekstra. Awalnya saya bantu-bantu biaya dengan jualan pulsa dan jualan pakaian online kecil-kecilan. Ketika Tanoto Foundation membuka pendaftaran beasiswa, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” kenang Elia.

Elia berhasil mendapat beasiswa Tanoto Foundation mulai tahun 2016. Ia sangat bersyukur karena kini bisa fokus belajar tanpa mengkhawatirkan biaya kuliah. Tak hanya itu, ia juga semakin termotivasi untuk mempertahankan nilai akademiknya.

(Baca: Beasiswa Ikatan Dinas)

“Jika nilai penerima beasiswa Tanoto Foundation  turun di bawah yang disyaratkan, maka beasiswa bisa dicabut,” kata Elia. “Justru ini menjadi dorongan bagi saya, selain dukungan biaya, saya semakin tertantang untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi akademis saya.”

Elia juga termotivasi dengan cita-citanya. Ia menginginkan untuk berkarier di salah satu perusahaan milik Sukanto Tanoto. Kami di Tanoto Foundation juga berharap Elia akan selalu menjalani kuliah dengan tekun dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *