Read Also

Guru semangat membuat media pembelajaran sederhana dan memperlihatkan cara pemaikannya kepada murid.


Batubara adalah kabupaten baru di Sumatera Utara yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Setelah diresmikan pada 15 Juni 2007, Kabupaten ini serius melakukan pembangunan di berbagai bidang, termasuk pendidikan.

Dalam peringatan Hari Guru ke-70 yang jatuh pada tanggal 25 November 2015, Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, atas dukungan dari Tanoto Foundation, menggelar berbagai kegiatan dalam upaya menyegarkan kembali motivasi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama murid. Salah satu kegiatan yang banyak menarik minat guru adalah Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana.

Lomba ini mendapat sambutan antusias dari para guru. Tak kurang dari 78 guru dari 7 kecamatan unjuk karya dalam berkreasi membuat media bantu untuk pembelajaran siswa ini. Dari seluruh peserta, selanjutnya dipilih 10 finalis untuk melakukan peer teaching, yaitu dengan mengujicobakan alat peraga mereka di depan murid-murid. Kreativitas, penguasaan materi, dan teknik penyampaian dari para finalis ini kemudian dinilai untuk dipilih tiga pemenang.

“Lomba ini menggugah kembali motivasi para guru untuk membuat media pembelajaran kreatif dengan benda-benda sederhana yang ada di sekitar kita,” kata Riyadi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Batubara.

Riyadi menambahkan bahwa guru merupakan ujung tombak pembangunan pendidikan. Jika kita ingin pendidikan Indonesia maju, yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah gurunya. “Untuk itu saya berterimakasih kepada Tanoto Foundation yang telah mendukung kami dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru, khususnya di Kabupaten Batubara,” kata Riyadi.

Sementara itu, guru-guru peserta lomba sangat senang dengan adanya lomba ini. Mereka ingin setiap tahunnya selalu diadakan kegiatan seperti ini. “Bagi kami, menang atau kalah bukanlah tujuan mengikuti lomba. Yang penting kami bisa berbagi pengetahuan dan kreativitas dalam pembelajaran di kelas. Di sini kami juga bisa melihat bagaimana kreativitas guru-guru dari sekolah lain dalam membuat alat peraga,” kata Mahpizah, Guru SDN 010156 Sei Muka.

Hendra Gunawan, Guru SDN 010150 Petatar juga menyambut positif lomba ini. “Kegiatan seperti ini membuat saya semakin termotivasi untuk menggali ide-ide kreatif dalam memberikan pembelajaran kepada murid di kelas,” ujarnya.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *