Read Also

Menjadi pintar sekarang ini tak lagi cukup bagi murid. Mereka juga harus menjadi seorang pemecah masalah.Menjadi guru, sekarang ini adalah sebuah tantangan tersendiri. Kemajuan teknologi dan perubahan zaman mengharuskan guru untuk membantu siswa menjadi sosok yang tidak hanya pintar menghafal dan mendapatkan nilai tinggi. Dalam proses pembelajaran, siswa juga harus dibentuk agar bisa menjadi seorang problem solver (pemecah masalah).

Itulah inti dari strategi discovery learning yang didapat para guru dalam pelatihan Pelita Guru Mandiri (PGM) yang diadakan oleh Tanoto Foundation di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Dari beberapa kali pelatihan PGM para guru menyadari betapa pentingnya partisipasi aktif dari para siswa dan guru juga harus menyadari kemampuan masing-masing peserta didik.

Dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan juga lingkungan yang bisa memfasilitasi rasa ingin tahu peserta. Sikap kritis dan ingin tahu siswa harus dipupuk agar terus berkembang. Lingkungan inilah yang disebut sebagai discovery learning environment yaitu lingkungan di mana peserta didik dapat melakukan eksplorasi dan melakukan penemuan baru dengan baik dan berkelanjutan.

Agar guru bisa menjalankan strategi discovery learning, ada beberapa tahap pelatihan yang harus dijalankan. Pertama diadakan pelatihan fasilitator lokal dalam program Pelatihan Pelita Guru Mandiri. Setelah itu para fasilitator lokal memberikan fasilitas materi pelatihan di tingkat gugus sekolah dengan peserta para guru. Tujuannya tentu saja agar guru bisa mengimplementasikan kegiatan belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan di kelasnya masing-masing.

Penerapan strategi discovery learning sudah mulai diterapkan oleh SDN 025 Talontam, Kecamatan Banai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Hasilnya sudah mulai terlihat dengan meningkatnya keaktifan dan kreativitas siswa. Guru pun semakin kreatif dalam memanfaatkan media ajar sederhana yang bahannya bisa didapat dari lingkungan sekitar.

Tanoto Foundation berusaha meningkatkan mutu pendidikan dasar di daerah terpencil, khususnya di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau, melalui Program Pelita Pendidikan. Pelita Guru Mandiri yang terfokus kepada peningkatan kapasitas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan, merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Program tersebut. Kegiatan dalam Program Pelita Pendidikan juga termasuk pemberian beasiswa kepada guru untuk menyelesaikan pendidikan jenjang S1.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *