Read Also

Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi negara maju. Dengan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia, sekitar 74% atau setara 189 juta adalah penduduk usia produktif (15 tahun ke atas).

Sayangnya upaya pembangunan manusia Indonesia masih kurang dibanding dengan pembangunan fisik. Target keberhasilan pemerintah lebih diukur dari seberapa banyak pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol atau jembatan. Begitu juga di sektor pendidikan. Ukuran keberhasilan masih mengacu pada seberapa banyak gedung sekolah dan ruangan kelas diperbaiki.

Namun, meskipun dalam 20 tahun terakhir pembangunan fisik dilakukan dengan gencar, Indonesia masih menjadi negara berpenghasilan menengah (middle income country). Untuk itu kita harus melakukan evaluasi mengapa hal itu terjadi. Tampaknya, Indonesia harus belajar dari Korea Selatan yang dalam 4  dekade terakhir berubah cepat menjadi negara industri yang maju. Padahal, dibandingkan dengan Indonesia, umur Korea Selatan lebih muda 3 tahun karena merdeka pada 1948.

Pendidikan merupakan salah satu kunci keberhasilan Korea Selatan menjadi negara maju. Selain memperhatikan kualitas guru di perkotaan, hal yang sama juga dilakukan untuk guru-guru di daerah terpencil. Kebijakan Kualitas para guru dibuat merata hingga di desa-desa terpencil. Kebijakan saemaul undong atau yang dikenal dengan “pembangunan desa” merupakan pendukung upaya ini.

Selain kualitas guru, pemberian beasiswa yang merata dan juga berkelanjutan merupakan kunci lain yang mendukung keberhasilan pembangunan di negara yang sudah maju. Beasiswa ini memberikan peluang murid dan siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi untuk bisa terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan bakat dan prestasinya.

Tanoto Foundation, sebuah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, peduli terhadap sektor pendidikan dan telah menjalankan kedua kunci keberhasilan pembangunan tersebut di atas.

Melalui Program Pelita Pendidikan, Tanoto Foundation memberikan pelatihan kepada guru yang berada di pedesaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Hingga saat ini, Tanoto Foundation telah melatih lebih dari 4.440 guru di pedesaan Provinsi Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Sedangkan melalui program beasiswa, Tanoto Foundation telah mendukung lebih dari 6.700 murid dan mahasiswa serta bermitra dengan 35 perguruan tinggi di Indonesia.

Diadaptasi dari artikel ‘Mencetak Insan Indonesia Emas 2045’ yang diterbitkan Harian Nasional, Senin, 13 Maret 2017. Artikel asli ditulis oleh Bhima Yudhistira Adhinegara, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). 

 


Leave a Reply