Read Also

Menurut riset Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) dan Filantropi Indonesia, dari 84 lembaga yang disurvei, 82 persen menyatakan ingin mendukung program terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Hasil riset ini dipaparkan dalam diskusi publik ‘Kesiapan Lembaga Filantropi dalam Mendukung Pencapaian SDGs di Indonesia’,  di Jakarta, Senin, 13 Maret 2017.

Detail survei bisa dilihat sebagai berikut:

Deputy Head of Program Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati menjelaskan bahwa Tanoto Foundation, yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, mendukung upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia dengan memfokuskan pada dukungan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup di daerah pedesaan. Ia menambahkan bahwa pengukuran keberhasilan program disesuaikan target SDGs, misalnya mutu pendidikan diukur dengan kemampuan membaca.

“Di 340 sekolah dasar mitra Tanoto Foundation di Riau dan Jambi, kecepatan membaca mereka 70 kata per menit, ” kata Margaretha. Sementara berdasarkan penilaian kemampuan membaca di tingkat dasar nasional hanya 52 kata per menit.

Selain itu, Tanoto Foundation mendorong 186 sekolah untuk membenahi aktivitas perpustakaan. Saat ini, 60 persen dari jumlah total sekolah itu sudah aktif menambah koleksi bukunya.

Peningkatan kemampuan membaca, perbaikan pengelolaan perpustakaan, dan penambahan koleksi buku adalah beberapa kegiatan Tanoto Foundation yang dijalankan melalui program Pelita Pustaka.

Program lainnya adalah Pelita Guru Mandiri dengan kegiatan melatih guru untuk mengembangkan kapasitas guru dalam pembelajaran di kelas dan Pelita ASRI yang  melatih murid untuk membiasakan diri hidup bersih dan sehat.

Diadaptasi dari artikel ‘Aktivitas Organisasi Perlu Diversifikasi’ yang diterbitkan  Kompas, 14 Maret 2017.

 

 


Leave a Reply