Read Also

Tanoto Foundation bersama Ade Suarsa (depan kiri) dan anak-anak anggota Sanggar Edas.


Sesuai dengan semangat belajar sepanjang hidup (lifelong learning), belajar tidak hanya ditempuh melalui pendidikan formal, tetapi juga informal. Apa yang dilakukan Ade Suarsa tepat untuk menggambarkan hal ini.

Berawal dari keinginannya untuk memberikan sesuatu pada lingkungannya Ade Suarsa mendirikan Sanggar Seni Etnika Daya Sunda (Edas) pada tahun 2008, di rumahnya di Bogor, Jawa Barat. Di sanggar ini, anak-anak berlatih tari, bernyanyi, dan bermain berbagai macam alat musik tradisional. Selain di sanggar, Ade dan teman-temannya juga mengenalkan seni budaya Sunda ke sejumlah sekolah di Bogor. Kegiatan ini dilakukan, karena sebagai guru Ade tahu semakin banyak anak muda yang mulai meninggalkan seni tradisional termasuk seni budaya Sunda.

Darah seni yang mengalir dari sang ayah yang seorang dalang membuat Ade juga mahir mendalang. Ia tidak memainkan wayang golek atau wayang kulit, namun wayang hihit yang diciptakan sendiri. Cerita wayang hihit (kipas) bukan bersumber dari kisah Ramayana atau Mahabarata yang biasa digunakan sebagai sumber cerita wayang, namun dari kehidupan sehari-hari. Wayang hihit yang terbuat dari bambu ini sering ditampilkan Ade sebagai sarana pendidikan dan penyuluhan.

Selain membuat wayang hihit, Ade juga membuat berbagai macam alat musik dan perlengkapan pertunjukan tari hasil kreasinya. Pembuatan alat musik dan dan perlengkapan pertunjukkan tari ini memberi lahan pekerjaan bagi warga sekitar sanggar.

Adapun kegiatan Sanggar Edas sejalan dengan pandangan Tanoto Foundation yang mendukung pembelajaran di dalam maupun di luar kelas serta sepanjang hidup. Beberapa waktu lalu, Tanoto Foundation bersama Andy Noya dan program Kick Andy on Location mengunjungi Sanggar Edas. Di sana Tanoto Foundation bertemu dengan anak-anak yang sedang berlatih dan berbincang-bincang dengan Ade. Dalam kesempatan ini, Tanoto Foundation memberikan apresiasi terhadap upaya Ade dalam melestarikan seni budaya Sunda. Dukungan ini digunakan untuk berbagai keperluan Sanggar Edas termasuk perbaikan sanggar, pengadaan bahan untuk membuat berbagai macam alat musik dan pertunjukkan, juga pengadaan kostum untuk pentas.


Leave a Reply